MENU
Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset untuk Industri Nasional
WA FB
Nasional

Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset untuk Industri Nasional

T Editor : Tumpal Pandapotan | 15 Jan 2026 | 18:33 WIB
Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset untuk Industri Nasional
Prabowo Subianto

Jakarta, Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pengembangan industri nasional serta peningkatan pendapatan negara.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan, Presiden menekankan bahwa riset dan inovasi harus menjadi fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi.

Menurut Presiden, tantangan masa kini menuntut lahirnya “pahlawan” baru yang mampu menghadirkan terobosan nyata untuk kemajuan ekonomi nasional.

“Presiden meminta agar riset dan inovasi diarahkan untuk membangun industri dan meningkatkan pendapatan negara. Jika dahulu pahlawan adalah mereka yang berjuang melawan penjajahan, kini pahlawan adalah para inovator yang melahirkan terobosan dan memberi nilai tambah bagi negara,” ujar Brian kepada wartawan.

Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan dan kolaborasi lintas sektor agar penguasaan sains dan teknologi dapat terus ditingkatkan. Sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional dinilai krusial agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi berujung pada dampak ekonomi yang terukur.

“Riset dan teknologi harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri nasional,” kata Brian mengutip arahan Presiden.

Dalam konteks tersebut, Prabowo mendorong para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan industri-industri berbasis sains dan teknologi yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan penerimaan negara.

Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara. Proyek-proyek tersebut, menurut Presiden, membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi, sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi harus memegang peran signifikan. Inilah saatnya kampus berkontribusi melalui penguatan SDM unggul, riset, dan inovasi,” ujar Brian.

Sebagai dukungan konkret, pemerintah berencana menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. Kebijakan ini disebut sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.