MENU
Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Austria dan Hungaria, Gerindra: Perkuat K...
WA FB
Nasional

Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Austria dan Hungaria, Gerindra: Perkuat Kerja Sama Industri dan Pertahanan

T Editor : Tigor Munthe | 29 May 2026 | 15:18 WIB
Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Austria dan Hungaria, Gerindra: Perkuat Kerja Sama Industri dan Pertahanan
HJcymTkaEAAJhvN

JAKARTA, Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melanjutkan kunjungan luar negerinya ke Austria dan Hungaria setelah menyelesaikan agenda kenegaraan di Prancis.

Kunjungan ke tiga negara Eropa tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia di bidang ekonomi, industri, dan pertahanan.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan Prancis, Austria, dan Hungaria memiliki posisi strategis yang penting bagi kepentingan nasional Indonesia.

“Ada tiga negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo di akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga negara ini memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia,” kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, Prancis merupakan salah satu kekuatan utama di Eropa Barat yang memiliki kapasitas besar dalam bidang militer dan teknologi.

Karena itu, hubungan politik yang erat dengan Prancis dinilai penting untuk memperluas kerja sama strategis, terutama di sektor pertahanan.

“Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron,” ujarnya.

Sugiat menjelaskan, Austria dipilih karena merupakan salah satu pusat industri manufaktur presisi di Eropa Tengah.

Negara tersebut memiliki sektor industri yang kuat, mulai dari mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, hingga makanan dan minuman.

Sementara itu, Hungaria dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan industri kendaraan listrik di kawasan Eropa.

Negara tersebut saat ini menjadi salah satu pusat pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik atau gigafactory di Uni Eropa.

“Hungaria adalah pusat agresif pembangunan gigafactory baterai EV di Uni Eropa. Masuk ke Hungaria berarti mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai masa depan Eropa dari pintu yang paling terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan strategis karena menguasai sekitar 65 persen cadangan nikel dunia, komoditas utama yang dibutuhkan dalam industri baterai kendaraan listrik global.

Karena itu, lawatan Presiden Prabowo ke Paris, Wina, dan Budapest dinilai sebagai langkah untuk mengamankan peluang investasi sekaligus memperkuat program hilirisasi sumber daya alam Indonesia.

“Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta-minta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia,” pungkas Sugiat. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.