MENU
Prabowo Matangkan Arah Politik Luar Negeri Bersama Pakar dan Mantan Di...
WA FB
Nasional

Prabowo Matangkan Arah Politik Luar Negeri Bersama Pakar dan Mantan Diplomat

T Editor : Tumpal Pandapotan | 05 Feb 2026 | 11:44 WIB
Prabowo Matangkan Arah Politik Luar Negeri Bersama Pakar dan Mantan Diplomat
Wujudkan Visi Diplomasi, Presiden Prabowo Libatkan Mantan Menlu dan Akademisi

Jakarta, Sinata.id -  Presiden Prabowo Subianto menghimpun para tokoh diplomasi, akademisi, hingga praktisi hubungan internasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Pertemuan digelar untuk membedah sekaligus mempertegas arah kebijakan politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan nasional yang baru.

Menteri Luar Negeri Sugiono, yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa agenda ini berfungsi sebagai forum diseminasi sekaligus ruang diskusi dua arah. Presiden menggunakan kesempatan ini untuk memaparkan garis besar kebijakan luar negeri, mengingat posisinya sebagai pemegang kedaulatan penuh dalam menentukan arah diplomasi negara.

"Pertemuan ini bertujuan menjelaskan dan mendiskusikan arah politik luar negeri di mana beliau (Presiden), selaku kepala negara dan pemerintahan, memegang peran sentral sebagai penentu kebijakan," ujar Sugiono di Istana Merdeka.

Peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut mencakup spektrum luas pemangku kepentingan diplomasi, antara lain: mantan menteri dan wakil menteri luar negeri, akademisi dan pengamat hubungan internasional, praktisi diplomasi dan pimpinan serta anggota Komisi I DPR RI.

Sugiono mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung dinamis. Meskipun terdapat berbagai perspektif berbeda dari para tokoh yang hadir, ia menegaskan bahwa masukan-masukan tersebut justru memperkuat kerangka kebijakan yang sedang dirumuskan pemerintah. Menurutnya, pemikiran para tokoh cenderung koheren dengan visi yang telah disiapkan oleh Presiden.

"Saya tidak melihat adanya pro dan kontra yang tajam, melainkan perspektif berbeda yang pada akhirnya bermuara pada kesepahaman yang sama mengenai politik luar negeri kita," tambah Sugiono.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah berencana mentransformasikan pertemuan semacam ini menjadi agenda rutin. Langkah ini diambil guna memastikan adanya "frekuensi yang sama" antara pemerintah dan para pakar dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Konsolidasi pemikiran ini diharapkan dapat memperkokoh posisi tawar Indonesia di kancah internasional melalui kebijakan yang didukung oleh kajian akademis dan pengalaman para praktisi senior. Menutup keterangannya, Menlu menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para undangan yang telah memberikan sumbangsih pemikiran hingga Rabu malam. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.