MENU
Prabowo: Negara yang Dulu Merasa Hebat Kini Beli Beras dari Indonesia
WA FB
Nasional

Prabowo: Negara yang Dulu Merasa Hebat Kini Beli Beras dari Indonesia

J Editor : Jansen Siahaan | 16 May 2026 | 17:52 WIB
Prabowo: Negara yang Dulu Merasa Hebat Kini Beli Beras dari Indonesia
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada peresmian 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. (antara)

Nganjuk, Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah negara yang sebelumnya merasa lebih unggul kini mulai membeli beras dari Indonesia di tengah krisis pangan global yang melanda berbagai negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia kini memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas pangan di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Sekarang banyak negara datang membeli beras dari Indonesia. Padahal dulu mereka merasa lebih hebat,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan, krisis pangan global membuat sejumlah negara produsen menghentikan ekspor komoditas pangan demi menjaga kebutuhan dalam negeri mereka. India dan Bangladesh disebut menjadi contoh negara yang membatasi ekspor beras, jagung, dan gandum.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai berhasil menjaga ketersediaan pangan nasional sehingga mampu membantu negara lain yang membutuhkan pasokan beras.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap mengutamakan keamanan pangan dalam negeri sebelum melakukan ekspor ke negara lain.

“Yang utama adalah mengamankan kebutuhan rakyat kita terlebih dahulu,” tegasnya.

Prabowo juga meminta Perum Bulog agar tidak menjual beras dengan harga terlalu murah meski permintaan dari luar negeri meningkat.

Menurutnya, harga jual beras harus tetap memberikan keuntungan kepada petani Indonesia sekaligus menjaga stabilitas stok pangan nasional.

“Jangan jual terlalu murah. Krisis ini bisa berlangsung lama,” katanya.

Presiden menilai ketahanan pangan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Ia menegaskan bahwa persoalan pangan bukan hanya soal harga murah, melainkan tentang ketersediaan pasokan untuk masyarakat.

“Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tetapi ada atau tidak pangan itu,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti keberhasilan swasembada pangan Indonesia yang disebut lahir dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani hingga unsur TNI dan Polri yang turut membantu sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.