MENU
Prabowo Pacu Proyek PLTS 100 Gigawatt, Listrik Tenaga Surya Dikebut Ra...
WA FB
Nasional

Prabowo Pacu Proyek PLTS 100 Gigawatt, Listrik Tenaga Surya Dikebut Rampung 2028

R Editor : Redaksi Sinata | 13 Mar 2026 | 22:15 WIB
Prabowo Pacu Proyek PLTS 100 Gigawatt, Listrik Tenaga Surya Dikebut Rampung 2028
Presiden Prabowo Subianto. (Ist)

Jakarta, Sinata.id - Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah besar dalam peta energi nasional. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala raksasa dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).

Targetnya tidak main-main. Proyek energi surya terbesar dalam sejarah Indonesia itu dipatok harus selesai dalam waktu dua tahun, atau paling lambat pada 2028.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna saat membahas strategi pemanfaatan energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya yang kita rencananya 100 gigawatt dan harus selesai dalam dua tahun ke depan,” kata Prabowo, dikutip Jumat (13/3/2026).

Target 100 GW berarti setara dengan 100.000 megawatt listrik dari energi matahari. Angka ini jauh melampaui kapasitas tenaga surya yang saat ini terpasang di Indonesia.

Sebagai perbandingan, kapasitas PLTS nasional hingga beberapa tahun terakhir bahkan belum mencapai 1 gigawatt. Artinya, proyek yang dicanangkan pemerintah akan melipatgandakan kapasitas energi surya nasional dalam skala yang sangat besar.

Langkah tersebut sekaligus menandai perubahan strategi pemerintah yang ingin mempercepat penggunaan energi bersih di tengah ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi.

Bagi pemerintah, proyek PLTS raksasa ini bukan sekadar proyek listrik. Program tersebut dirancang sebagai fondasi menuju kemandirian energi nasional.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya hingga panas bumi. Potensi itu dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal agar Indonesia tidak terus bergantung pada bahan bakar fosil.

Pemerintah juga melihat energi surya sebagai solusi strategis untuk memperluas elektrifikasi di wilayah terpencil.

Program PLTS 100 GW bahkan diproyeksikan bisa menyuplai listrik ke puluhan ribu desa di berbagai wilayah Indonesia.

Kebijakan pembangunan PLTS besar-besaran ini sejalan dengan agenda transisi energi yang tengah dikejar pemerintah.

Indonesia selama ini masih sangat bergantung pada pembangkit listrik berbasis batu bara. Namun pemerintah mulai mendorong peningkatan porsi energi terbarukan sebagai bagian dari transformasi sektor energi nasional.

Dalam sejumlah kebijakan sebelumnya, pemerintah juga berencana mempercepat pengembangan berbagai sumber energi bersih seperti tenaga surya, air, dan panas bumi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.