Jakarta, Sinata.id — Presiden Prabowo Subianto menyerukan perlunya transformasi ekonomi nasional menuju sistem yang sepenuhnya berlandaskan Pancasila guna memastikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin, yang dipantau secara daring dari Jakarta.
Presiden menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini belum dinikmati secara merata. "Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," ujarnya.
Menurut Prabowo, ekonomi Pancasila memiliki tiga ciri utama: religius, berkemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional.
Ia mencontohkan kekayaan alam Indonesia sebagai amanah Tuhan yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran lintas generasi.
Presiden menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh sekadar menghasilkan angka statistik, melainkan harus berwujud nyata — mulai dari pemenuhan gizi kelompok rentan, subsidi pupuk bagi petani, akses pasar untuk nelayan, hingga perlindungan bagi pekerja. "Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan," tegasnya. Prabowo secara khusus merujuk Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan perekonomian disusun atas asas kekeluargaan, dengan negara mengelola sumber daya alam dan cabang produksi penting demi kepentingan rakyat banyak.
Ia mengakhiri pidatonya dengan menegaskan komitmen pemerintah menjalankan strategi transformasi bangsa. "Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," pungkas Prabowo. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.