Pramono menyatakan aktivitas yang berisiko mengganggu kenyamanan masyarakat tidak akan dibiarkan, tetapi kegiatan yang dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberi manfaat sosial tetap dipertimbangkan.
Pengumuman ini menjadi bagian dari upaya lebih luas menjadikan perayaan agama bukan sekadar seremonial, tetapi momen yang memperkuat identitas sosial dan kebersamaan masyarakat Jakarta. Pemerintah juga tengah menyiapkan serangkaian kegiatan budaya, termasuk festival dan lomba yang melibatkan komunitas lokal di berbagai wilayah Ibu Kota.
Inisiatif ini dipandang sebagai cara efektif menciptakan pengalaman Ramadan dan Idul Fitri yang inklusif, aman, serta menarik bagi warga dari beragam latar belakang. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.