MENU
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Kirim Surat Terbuka ke Rakyat AS Kriti...
WA FB
Dunia

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Kirim Surat Terbuka ke Rakyat AS Kritik Perang AS-Israel

J Editor : Jansen Siahaan | 02 Apr 2026 | 11:52 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Kirim Surat Terbuka ke Rakyat AS Kritik Perang AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (reuters)

Teheran, Sinata.id – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengirimkan surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat (AS) di tengah berkecamuknya konflik militer.

Dalam surat tersebut, Pezeshkian mengajak publik AS untuk menilai fakta secara objektif, menolak distorsi narasi, dan mempertanyakan kepentingan siapa yang sebenarnya dilayani oleh perang antara AS-Israel dan Iran.

Surat terbuka ini, yang disebarkan oleh lembaga penyiaran negara Iran, PressTV, pada Kamis (2/4/2026), juga menyoroti dampak kemanusiaan dan reputasi global AS akibat perang tersebut. Pezeshkian mempertanyakan apakah kebijakan “America First” benar-benar menjadi prioritas pemerintah AS saat ini.

"Tepatnya kepentingan rakyat Amerika yang mana yang dilayani oleh perang ini? Apakah pembantaian anak-anak yang tidak berdosa, penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker, atau kebanggaan atas pengeboman sebuah negara 'kembali ke zaman batu' melayani tujuan lain selain merusak reputasi global Amerika Serikat?" tulis Pezeshkian.

Iran Menolak Sebagai Ancaman Global

Pezeshkian menolak keras penggambaran Iran sebagai ancaman dunia. Ia menegaskan bahwa negaranya telah beberapa kali diserang saat sedang berpartisipasi dalam perundingan nuklir multilateral, termasuk perang 12 hari yang dilancarkan Israel pada Juni 2025 dengan dukungan AS, serta serangan terbaru pada akhir Februari 2026.

Menurut Pezeshkian, serangan terhadap infrastruktur vital Iran, seperti fasilitas energi dan industri, menargetkan rakyat Iran secara langsung dan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan ekonomi yang luas.

"Tindakan itu meningkatkan ketidakstabilan, membebani ekonomi dan manusia, serta menanam benih dendam yang akan bertahan bertahun-tahun. Ini bukan demonstrasi kekuatan, melainkan tanda kebingungan strategi," ujarnya.

Tanggapan Iran terhadap Ancaman Trump

Surat Pezeshkian disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran melalui media sosial, dengan menyatakan bahwa AS akan melanjutkan serangan sampai Iran hancur atau kembali ke "Zaman Batu", kecuali Selat Hormuz dibuka kembali. Klaim Trump bahwa Pezeshkian meminta gencatan senjata dibantah keras oleh pihak Iran.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran memiliki hak mempertahankan diri, namun menekankan tidak ada permusuhan terhadap rakyat Amerika. Ia juga mempertanyakan apakah AS dipengaruhi sekutu utamanya, Israel, dalam melancarkan perang sejak 28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.