Jakarta, Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik geopolitik global yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dalam rapat itu, Presiden menyoroti meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan dunia yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan perdagangan internasional.
Pemerintah menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada inflasi serta pertumbuhan ekonomi domestik.
Prabowo meminta kementerian terkait menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif.
Selain membahas dampak ekonomi, rapat tersebut juga menyinggung strategi diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Pemerintah menilai diplomasi aktif perlu diperkuat untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik meski menghadapi dinamika global yang tidak menentu. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.