MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Profil Ade Armando: Dari Korban Kekerasan hingga Mundur dari PSI
WA FB
Inspiratif

Profil Ade Armando: Dari Korban Kekerasan hingga Mundur dari PSI

T Editor : Tigor Munthe | 05 May 2026 | 17:23 WIB
Profil Ade Armando: Dari Korban Kekerasan hingga Mundur dari PSI
Ade Armando. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Ade Armando bukan sosok baru dalam pusaran kontroversi publik.

Perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan pola yang konsisten: dari perdebatan di ruang publik hingga tekanan politik yang berujung pada pengunduran dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Puncak perhatian publik terhadap Ade bermula pada 11 April 2022, ketika ia menjadi korban pengeroyokan saat menghadiri aksi demonstrasi di kawasan DPR RI, Jakarta.

Dalam peristiwa itu, ia dikeroyok massa hingga mengalami luka serius. Video kejadian tersebut viral secara nasional, sementara aparat kepolisian berhasil menangkap sejumlah pelaku.

Insiden itu tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga memperkuat posisi Ade di ruang publik.

Ia tidak lagi sekadar dikenal sebagai figur kontroversial, melainkan menjadi simbol konflik sosial yang memicu perdebatan luas.

Publik pun terbelah—antara simpati terhadapnya sebagai korban, dan kritik atas rekam jejak pernyataannya.

Memasuki periode 2022 hingga 2023, Ade tetap aktif dan vokal. Melalui media sosial serta kanal digital seperti Cokro TV, ia terus mengomentari berbagai isu politik, agama, dan kebijakan publik.

Gaya komunikasinya yang lugas membuat kontennya kerap memicu perdebatan.

Pada 2023, Ade melangkah lebih jauh dengan masuk ke politik praktis melalui PSI.

Ia kemudian maju sebagai calon legislatif DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta pada Pemilu 2024.

Langkah ini menandai transformasinya dari komentator menjadi aktor politik langsung.

Namun, langkah tersebut tidak berbuah hasil. PSI gagal memenuhi ambang batas parlemen, sehingga Ade tidak berhasil melenggang ke Senayan.

Selama periode 2024–2025, gaya komunikasi Ade tidak banyak berubah.

Ia tetap vokal dan kerap memicu polemik, yang pada akhirnya turut menyeret nama PSI dalam berbagai kontroversi.

Memasuki awal 2026, polemik kembali memuncak. Ade menjadi sorotan setelah pernyataannya terkait tokoh nasional Jusuf Kalla.

Ia dituduh memotong video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026.

Konten tersebut memicu kegaduhan, bahkan berujung pada pelaporan terhadap Jusuf Kalla atas dugaan penistaan agama.

Di sisi lain, Ade juga dilaporkan oleh puluhan organisasi masyarakat ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.