MENU
Profil Muhammad Qodari, Rekam Jejak & Kekayaan Fantastis Kepala Staf K...
WA FB
News

Profil Muhammad Qodari, Rekam Jejak & Kekayaan Fantastis Kepala Staf Kepresidenan Era Prabowo

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Sep 2025 | 19:23 WIB
Profil Muhammad Qodari, Rekam Jejak & Kekayaan Fantastis Kepala Staf Kepresidenan Era Prabowo
Muhammad Qodari. (Ist).

Jakarta, Sinata.id - Profil Muhammad Qodari kembali jadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada reshuffle kabinet. Pengamat politik kawakan yang dikenal kritis dan tajam dalam membaca peta kekuasaan ini, kini menempati posisi strategis di lingkaran terdekat Istana, menandai babak baru perjalanannya dari dunia riset politik ke pusat pengambilan kebijakan negara.

Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran kabinetnya pada Rabu (17/9/2025). Salah satu keputusan penting dalam reshuffle kali ini adalah pengangkatan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan AM Putranto.

Qodari, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala KSP sejak Oktober 2024, kini resmi naik posisi. Dalam prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, ia berdiri mengenakan jas hitam, menyimak sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Prabowo.

“Demi Allah saya bersumpah, akan setia kepada UUD 1945 dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi bangsa dan negara,” ucap Prabowo, diikuti para pejabat baru yang dilantik.

Keputusan ini tertuang dalam Keppres RI Nomor XX Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Rekam Jejak Qodari

Lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973, Muhammad Qodari dikenal sebagai pengamat politik yang kerap tampil di berbagai media nasional. Latar belakang akademiknya tak kalah mengesankan.

Ia meraih gelar sarjana Psikologi Sosial di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of Essex, Inggris, dengan fokus pada perilaku politik. Pada 2016, ia menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Gadjah Mada dengan predikat sangat memuaskan melalui disertasi bertajuk “Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014.”

Karier Qodari di dunia survei dan riset politik juga gemilang. Ia mendirikan Indo Barometer pada 2006 dan menjabat Direktur Eksekutif lembaga riset independen tersebut.

Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Direktur Riset LSI, peneliti di CSIS, serta kolumnis politik sejak 1999. Di dunia penyiaran, ia dikenal sebagai pembawa acara program politik seperti “Negeri Setengah Demokrasi” dan “Suara Rakyat”.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.