MENU
Profil Teddy Hernayadi, Brigjen TNI Divonis Seumur Hidup Kasus Korupsi...
WA FB
News

Profil Teddy Hernayadi, Brigjen TNI Divonis Seumur Hidup Kasus Korupsi Alutsista

J Editor : Jansen Siahaan | 20 May 2026 | 14:05 WIB
Profil Teddy Hernayadi, Brigjen TNI Divonis Seumur Hidup Kasus Korupsi Alutsista
Brigadir Jenderal TNI (Purn) Teddy Hernayadi. (kompas)

KPK Sempat Memonitor Kasus

Kasus Teddy turut menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua KPK saat itu, Agus Rahardjo, berharap penyidikan kasus korupsi alutsista tersebut dapat dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Perkara ini dinilai penting karena menyangkut dana pertahanan negara yang seharusnya digunakan untuk memperkuat sistem persenjataan nasional.

Profil Singkat Teddy Hernayadi

Teddy merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 dari korps keuangan atau Corps Keuangan (CKU).

Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, 8 Maret 1963 itu mengawali karier militernya sebagai perwira keuangan di Kodam V/Brawijaya.

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kemenhan dan TNI AD.

Pada 16 Februari 2010, Teddy diangkat menjadi Kepala Bidang Pelaksanaan Pembiayaan Pusat Keuangan Kemenhan sekaligus Bendahara Khusus Pembiayaan Luar Negeri.

Kemudian pada Januari 2014, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan Angkatan Darat (Dirkuad). Sebulan setelahnya, Teddy memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI.

Namun, karier militernya berakhir setelah kasus korupsi alutsista menyeret namanya.

Pada 26 September 2014, Teddy diberhentikan dari jabatan Dirkuad dan ditempatkan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat sebelum akhirnya diproses hukum.

Jadi Catatan Kelam Korupsi Pertahanan

Kasus Teddy hingga kini masih kerap disebut sebagai salah satu catatan kelam korupsi di sektor pertahanan Indonesia.

Dengan nilai kerugian negara yang besar serta posisi pelaku sebagai perwira tinggi TNI, perkara tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anggaran pertahanan negara.

Belanja alutsista dinilai tidak hanya berkaitan dengan administrasi keuangan, tetapi juga menyangkut kesiapan negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.