Pematangsiantar, Sinata.id - Proyek pembangunan Jalan Darussalam Gang Gereja, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, mendapat sorotan dari warga. Perencanaan proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar dinilai tidak matang karena belum mengakomodasi pembangunan tembok penahan jalan dan drainase.
Padahal, kondisi di lokasi proyek disebut rawan longsor dan berpotensi menimbulkan genangan air apabila pembangunan tetap dilaksanakan tanpa penambahan fasilitas pendukung tersebut.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, pembangunan jalan tersebut menggunakan dana APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp198.850.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Dangsina berdasarkan kontrak Nomor 08/900.1.15/3064/SPK/IV-2026 tertanggal 20 April 2026 dengan masa pengerjaan selama 90 hari kalender.
Di tengah proses pengerjaan, muncul usulan tambahan pekerjaan berupa pembangunan tembok penahan jalan pada titik STA 0+000 hingga STA 0+022 yang berbatasan dengan tanah persil milik Wanda Sinamo. Selain itu, turut diusulkan pembangunan drainase sepanjang Gang Gereja serta plat beton yang memotong Jalan Darussalam guna mengalirkan air hujan dan limbah rumah tangga warga agar tidak menggenangi badan jalan maupun kawasan permukiman.
Pemberitahuan rapat lapangan terkait usulan tambahan pekerjaan tersebut diketahui dibuat oleh pihak kontraktor pelaksana. Dalam surat pemberitahuan itu, pihak kontraktor menyampaikan bahwa tambahan pekerjaan berada di luar item kontrak sehingga keputusan tetap berada pada pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah.
Rapat lapangan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026 di lokasi proyek dengan melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), direksi teknis, pengawas lapangan, serta pihak terkait lainnya.
[caption id="attachment_50508" align="alignnone" width="1600"] Kondisi proyek pembangunan Jalan Darussalam Gang Gereja di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, yang disorot warga karena dinilai belum dilengkapi tembok penahan jalan dan drainase sehingga dikhawatirkan berpotensi longsor serta menimbulkan genangan air. (Foto: Sinata)[/caption]
Ferry SP Sinamo mengatakan, pembangunan tembok penahan dinilai penting agar bahu Jalan Gang Gereja tidak longsor ke tanah persil milik Wanda Sinamo. Menurutnya, drainase dan plat beton juga dibutuhkan untuk mengatasi aliran air hujan dan air limbah warga yang selama ini berpotensi menggenangi jalan serta lingkungan sekitar.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.