“Penambahan tembok penahan diperlukan agar bahu jalan tidak longsor ke tanah persil milik Wanda Sinamo. Selain itu, perlu dibuat paret sepanjang Gang Gereja dan plat beton memotong Jalan Darussalam agar air comberan warga serta air hujan dapat terbuang dengan baik,” ujar Ferry SP Sinamo.
Ia menilai proyek tersebut harus dirancang secara tepat guna dan tidak dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, penggunaan anggaran APBD harus benar-benar memperhatikan kebutuhan teknis di lapangan agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Jangan asal-asalan merencanakan proyek. Penggunaan uang APBD harus tepat guna dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Warga sekitar juga mengkhawatirkan apabila drainase tidak dibangun, maka air hujan dan limbah rumah tangga akan menyebabkan kawasan permukiman menjadi kumuh serta mempercepat kerusakan jalan.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Sinata.id pada Kamis (28/5/2026), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Donlinkut Tampubolon belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon seluler tidak berhasil.
Warga berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui PUTR segera melakukan evaluasi terhadap perencanaan proyek tersebut agar pembangunan jalan tidak menimbulkan dampak baru bagi masyarakat. Selain kualitas konstruksi, aspek keamanan lingkungan dan sistem drainase dinilai harus menjadi prioritas agar proyek yang dibiayai uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi warga sekitar. (SN7)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.