Simalungun, Sinata.id — Sedikitnya 130 hektare lahan padi di Gunung Malela rusak diserang hama tikus, membuat 65 keluarga petani kehilangan seluruh hasil tanam yang seharusnya dipanen pada Januari 2026.
Peristiwa ini disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Tani Saroha, Johanes Sijabat, kepada Sinata.id pada Minggu, 30 November 2025. Ia mengatakan bahwa kondisi ini menimbulkan kekecewaan besar karena tidak adanya perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.
“Tidak ada perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. Ini menjadi kekecewaan besar di hati kami,” ujar Johanes.
Menurut Johanes, para petani mulai menanam padi sekitar 15 September 2025, dan semestinya sudah memasuki masa panen pada Januari 2026. Namun seluruh harapan itu hilang karena serangan tikus yang menghancurkan seluruh tanaman.
“Kami bercocok tanam sekitar tanggal 15 September 2025. Prediksi panen Januari 2026, tetapi semua gagal total karena diserang tikus,” jelasnya.
"Harapan petani agar Bupati turun tangan, untuk melihat kondisi nasib kami ini," tambahnya.
Dalam situasi krisis ini, Johanes menyampaikan harapan besar kepada Bupati Simalungun agar segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar pencitraan.
“Kami berharap Bupati Simalungun menurunkan tim untuk melihat langsung kondisi padi kami yang sudah habis diserang tikus,” ujarnya.
Ia juga meminta agar Pemkab Simalungun dapat memberikan bantuan sembako kepada 65 KK yang terdampak sehingga mereka dapat bertahan hidup setelah kehilangan seluruh hasil panen.
“Setidaknya kami diberi bantuan sembako untuk menyambung kehidupan ini. Kami sangat berharap perhatian Bupati Simalungun,” tambahnya penuh harap.
Sinata.id telah berupaya mengonfirmasi kondisi ini kepada Camat Gunung Malela, tetapi hingga berita ini diterbitkan ia belum berhasil dikonfirmasi.
Sementara itu, di tengah penderitaan para petani ini, perhatian dan tindakan cepat pemerintah daerah menjadi ujian nyata keberpihakan terhadap rakyat kecil bukan pada kata-kata, tetapi pada keberanian menyelesaikan persoalan di lapangan. (SN7)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.