MENU
Relawan Prabowo Kecam Keras Amien Rais, Desak Minta Maaf ke Presiden d...
WA FB
Nasional

Relawan Prabowo Kecam Keras Amien Rais, Desak Minta Maaf ke Presiden dan Seskab

T Editor : Tigor Munthe | 02 May 2026 | 20:22 WIB
Relawan Prabowo Kecam Keras Amien Rais, Desak Minta Maaf ke Presiden dan Seskab
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id – Relawan Prabowo Cakra Satya 08 (CS 08) mengecam pernyataan Amien Rais yang beredar melalui kanal YouTube pribadinya. 

Ketua Umum CS 08, Jhohannes Marbun atau yang akrab disapa Joe Marbun, menilai pernyataan Amien Rais telah melampaui batas dengan menyerang ranah pribadi, termasuk menyinggung hubungan Presiden dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menurutnya, tudingan yang disampaikan tidak berbasis fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Kami menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh publik, terlebih dengan muatan yang menyerang kehormatan pribadi tanpa dasar yang jelas, apalagi menyangkut Presiden sebagai simbol negara,” ujar Joe Marbun dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Joe Marbun juga menyayangkan pernyataan tersebut tidak mencerminkan kapasitas Amien Rais sebagai tokoh bangsa sekaligus akademisi.

Ia menilai, sebagai figur publik dengan latar belakang intelektual, Amien seharusnya mengedepankan kritik yang konstruktif, berbasis data dan fakta, serta berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Alih-alih memberikan kontribusi pemikiran yang substantif, pernyataan tersebut justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik dan memperkeruh suasana kebangsaan,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, CS 08 mendorong Amien Rais untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, menarik pernyataan yang dinilai bermasalah, dan melakukan klarifikasi kepada publik.

Selain itu, Joe Marbun menegaskan bahwa langkah hukum merupakan hak pihak yang merasa dirugikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang sah dalam sistem demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak menyerang ranah pribadi.

“Dalam demokrasi, kritik itu penting. Tapi harus berbasis fakta yang dapat diverifikasi, bukan opini spekulatif yang berpotensi menjadi fitnah,” tegasnya.

Di tengah situasi nasional, Joe Marbun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

Ia juga mengingatkan para tokoh publik agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang terbuka.

“Kebebasan berpendapat harus diiringi tanggung jawab. Kita semua wajib menjaga kualitas diskursus publik agar tetap sehat dan bermartabat,” pungkasnya. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.