MENU
Reses Hendra Pardede Anggota DPRD Siantar Seru, Ada Debat dan Air Mata
WA FB
Berita

Reses Hendra Pardede Anggota DPRD Siantar Seru, Ada Debat dan Air Mata

G Editor : Gunawan Purba | 14 Oct 2025 | 22:01 WIB
Reses Hendra Pardede Anggota DPRD Siantar Seru, Ada Debat dan Air Mata
Reses Anggota DPRD Siantar Hendra Pardede di Mekar Nauli

Pun begitu, pihak kelurahan, ungkap Maria, tetap mengusulkan Dormani ke pemerintah (Dinas Sosial), untuk masuk PKH dan mendapat BPNT.

Kemudian, seorang ibu yang menderita sakit gula, juga tampak menitikkan air mata ketika menyampaikan tentang BPJS Kesehatan dirinya dibekukan saat sakit gula-nya sedang parah.

Terhadap masalah warga Mekar Nauli yang sedang sakit gula ini, Maria mengatakan, BPJS Kesehatan dibekukan, karena anak dari ibu tersebut telah dinilai mampu, setelah bekerja di perusahaan asing, PT Jafpa.

Pun begitu, kelengkapan admistrasi ibu itu, berupa pemisahan data dalam kartu keluarga (KK) dengan anaknya yang telah bekerja di Jafpa sedang berproses. Selanjutnya didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Tapi yang memutus (membekukan) BPJS ibu bukan kami (lurah dan camat). Itu langsung dari pusat, bu," ujar Camat Siantar Marihat Pedianto, menegaskan.

Sementara, terkait keluhan rakyat yang diwakilkan-nya, Hendra Pardede meyakinkan konstituennya, bahwa tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.

Untuk itu, Hendra berjanji akan membantu mengurus masalah yang ada, agar Dormani termasuk sebagai penerima PKH maupun BPNT. Begitu pula dengan ibu yang sakit gula, akan dibantu urus, agar BPJS-nya kembali aktif.

Pada reses tersebut, terhadap keluhan warga lainnya, yang sempat timbulkan perdebatan, seperti drainase dan jalan lingkungan rusak, akan diupayakan dapat dilakukan perbaikan melalui anggaran Perubahan (P) APBD 2025.

Pun begitu, bila di P APBD tahun ini tidak dapat terealisasi, maka tahun 2026 akan diyakini Hendra, dapat ia perjuangkan untuk direalisasikan.

Begitu juga dengan pengadaan bak sampah (Tempat Pembuangan Sampah Sementara), Hendra menegaskan bahwa  saat ini persoalannya, tidak ada titik lokasi yang disetujui warga untuk dibangun bak sampah.

"Kalau ada titik lokasi, langsung diberitahu ke camat atau lurah, pasti dibangun," tandas Hendra. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.