MENU
Resmi Dibuka! Pusat Adat Simardangiang Dorong Hilirisasi Kemenyan Tapu...
WA FB
Regional

Resmi Dibuka! Pusat Adat Simardangiang Dorong Hilirisasi Kemenyan Taput

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Feb 2026 | 13:27 WIB
Resmi Dibuka! Pusat Adat Simardangiang Dorong Hilirisasi Kemenyan Taput
Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menghadiri peluncuran buku Kemenyan di Tapanuli. (istimewa)

Taput, Sinata.id — Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat meresmikan Pusat Adat dan Sentra Kerajinan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Simardangiang di Desa Simardangiang, Kecamatan Pahae Julu, Kamis (12/2/2026). Peresmian tersebut dirangkai dengan peluncuran buku Kemenyan di Tapanuli, serta syukuran atas terlewatinya bencana alam yang sempat melanda wilayah tersebut.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua MHA Simardangiang Tampan Sitompul, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Taput, Edward Siregar, serta Direktur Green Justice Indonesia (GJI) Panut Hadisiswoyo, bersama tokoh adat, tokoh agama, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Taput yang akrab disapa JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi atas terbangunnya pusat adat tersebut. Ia menilai bangunan yang mengusung konsep alami dan artistik itu mampu memperkuat identitas serta jati diri masyarakat Batak.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Kehadiran pusat adat ini mempertegas identitas dan kebanggaan kita sebagai orang Batak,” ujarnya.

Dorong Hilirisasi Kemenyan

Bupati menegaskan bahwa Taput merupakan salah satu penghasil kemenyan terbesar. Karena itu, diperlukan langkah hilirisasi agar komoditas tersebut memiliki nilai tambah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, apabila kemenyan dikelola dan dilestarikan dengan baik, pemerintah siap membantu meningkatkan nilai ekonominya.

“Saya berharap MHA dapat menjadi motor penggerak agar komoditas kemenyan memberi manfaat nyata bagi warga,” tuturnya.

Usai peresmian, JTP Hutabarat meninjau alat penyulingan kemenyan yang digunakan untuk menghasilkan bahan baku parfum. Ia meminta agar peralatan tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, ia mendorong pembentukan kelompok usaha serta dukungan pemasaran melalui Dekranasda agar produk turunan kemenyan dapat menjadi unggulan baru daerah, selain ulos dan produk khas lainnya.

Pada kesempatan itu, JTP Hutabarat menerima cenderamata berupa ulos dan bibit kemenyan. Ia juga mengajak masyarakat menanam minimal satu pohon kemenyan per orang sebagai gerakan penghijauan sekaligus pelestarian.

Penguatan Adat dan Ekonomi Lokal

Sementara Tampan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Taput dan dukungan seluruh pihak. Ia berharap pusat adat tersebut menjadi ruang pelestarian nilai-nilai adat bagi generasi penerus.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.