Jeddah, Sinata.id — Pemerintah melalui perwakilan diplomatik di Arab Saudi memastikan puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke tanah air dengan pengawasan ketat di tengah dinamika situasi internasional.
Data terbaru yang dirilis per hari ini, Rabu (3/3/2026), menunjukkan sebanyak 10.060 jamaah umrah sudah tiba di Indonesia sejak akhir Februari lalu, setelah menjalani proses kepulangan dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Saudi Arabia.
Proses pemulangan ini dipantau langsung oleh tim teknis urusan haji dan umrah dari KJRI Jeddah, yang melakukan pendampingan mulai dari area check-in hingga keberangkatan pesawat. Mereka juga berada di terminal haji dan di berbagai titik layanan jemaah untuk memastikan perlindungan maksimal.
“Negara hadir untuk memberikan perlindungan, terutama bagi jemaah yang menghadapi kendala penerbangan,” ujar Muhammad Ilham Effendy, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, menegaskan komitmen konsulat terhadap keselamatan warganya.
Meski mayoritas jemaah telah kembali sesuai jadwal, masih terdapat sekitar 300 orang yang mengalami keterlambatan penerbangan akibat perubahan jadwal dan proses administrasi visa. Mereka tersebar di wilayah Jeddah dan Makkah dan mendapat pendampingan penuh dari tim diplomatik.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, KJRI mengintensifkan koordinasi dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan ibadah, serta pihak terkait lainnya untuk menjamin kepastian keberangkatan lanjutan. Langkah lainnya termasuk:
Koordinasi harian dengan maskapai untuk memastikan kepastian jadwal penerbangan, Penyediaan kebutuhan dasar dan konsumsi bagi jemaah yang menunggu, Pemeriksaan 24 jam oleh tim di lapangan untuk mengantisipasi penumpukan di lokasi transit.
“Kami terus siaga 24 jam. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan,” tegas Ilham.
Pemerintah sebelumnya memastikan penanganan jemaah umrah menjadi prioritas, termasuk bagi mereka yang mengalami kendala di negara transit, baik di sisi hukum maupun kesehatan. Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia serta Kementerian Luar Negeri untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri dalam situasi yang dinamis.
Dengan demikian, proses pemulangan ribuan jemaah ini berjalan tertib dan terkendali, sekaligus menjadi bukti bahwa koordinasi diplomatik dan perlindungan warga negara tetap menjadi fokus utama pemerintah dalam pelayanan umrah di tengah ketidakpastian global. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.