“Pesan saya kepada anak-anak kami, sehebat apapun kecerdasan akademik tanpa didukung oleh jati diri dan karakter iman kristen maka kamu akan susah berkompetisi. Saya mengapresiasi panitia untuk kegiatan ini, harapannya kita bisa melakukan kegiatan lainnya untuk kedepan,” tutur August.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPD RI Pdt. Pendrad Siagian yang diwakili oleh tenaga ahli Ferry Panjaitan juga menyampaikan pentingnya peran doa dalam menghadapi tantangan generasi muda saat ini.
Ia menyoroti berbagai persoalan seperti narkoba dan pergaulan bebas yang menjadi ancaman serius bagi generasi emas Indonesia.
Senada dengan itu, anggota DPRD Sumatera Utara Timbul Jaya Sibarani yang diwakili Daniel Sibarani menyebutkan tiga tantangan utama yang dihadapi pemuda saat ini, yakni narkoba, judi online, dan ketergantungan digital.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur, mulai dari sinode gereja seperti GPDI dan GKI Sumut, organisasi kepemudaan seperti GMKI, hingga instansi seperti Polres, BNN, dan organisasi keagamaan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kesehatan juga turut ambil bagian dengan menyediakan layanan cek kesehatan gratis, serta dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sekretaris Panitia Pelaksana, Andry Napitupulu, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan rohani di kalangan anak muda.
“Kami merindukan adanya pergerakan rohani yang nyata di kalangan anak muda. Lewat momen ini, kita ingin mengajak setiap pribadi untuk tidak hanya bersinar bagi diri sendiri, tapi juga menjadi terang bagi negeri melalui doa-doa kita,” kata Andry.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat iman, membangun karakter, serta mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (SN14)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.