MENU
Ribuan Santri Adu Inovasi Sains dan Teknologi di Grand Final OMI 2025...
WA FB
Nasional

Ribuan Santri Adu Inovasi Sains dan Teknologi di Grand Final OMI 2025 Tangerang

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Nov 2025 | 19:58 WIB
Ribuan Santri Adu Inovasi Sains dan Teknologi di Grand Final OMI 2025 Tangerang
Kemenag RI membuka Grand Final OMI 2025 di Tangerang. Ratusan santri terbaik adu inovasi sains dan teknologi. (Ilustrasi | Ist)

Madrasah Tak Lagi Sekadar Belajar Fikih

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, dalam sambutannya menegaskan bahwa paradigma pendidikan madrasah kini telah berubah.

“Madrasah hari ini tidak hanya bicara fikih, tarikh Islam, tauhid, atau adab. Madrasah sudah bicara teknologi, astronomi, dan sains modern,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Islam sejak dahulu sudah mengajarkan ilmu pengetahuan yang luas, dari kedokteran hingga kelautan.

“Kita ingin redefinisi pembelajaran Islam agar tidak hanya berhenti pada ibadah mahdah, tetapi juga untuk menguasai kehidupan di semua sektor, termasuk teknologi modern,” tegasnya.

Madrasah Jadi Sekolah Terbaik Nasional

Wamenag juga menyoroti pesatnya perkembangan lembaga pendidikan madrasah yang kini mampu bersaing di tingkat nasional.

“Buktinya, MAN Insan Cendekia Serpong dinobatkan sebagai sekolah menengah terbaik di Indonesia, mengungguli sekolah-sekolah umum ternama,” katanya.

Capaian ini, lanjutnya, membuktikan bahwa sistem pendidikan madrasah tidak lagi dianggap kelas dua, melainkan menjadi pionir pembentukan generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global.

Apresiasi DPR dan Kepala Daerah

Acara Welcoming Dinner turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, yang menyampaikan rasa bangganya atas kemajuan madrasah.

“Diskusi panjang kami di DPR akhirnya berbuah nyata. Kini pendidikan agama diakui luas dan mendapat penghargaan di masyarakat,” ujar Marwan.

Ia mengingatkan, madrasah memiliki akar sejarah kuat dalam perjuangan bangsa.

“Banyak pejuang kemerdekaan lahir dari pesantren dan madrasah. Mereka menanamkan semangat cinta tanah air dan nilai-nilai Islam yang kokoh,” tambahnya.

Grand Final OMI 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata transformasi pendidikan madrasah Indonesia menuju masa depan digital.

Para finalis akan bersaing dalam lomba riset, eksperimen sains, dan inovasi teknologi.

Namun di balik itu semua, terselip pesan kuat bahwa santri Indonesia bukan hanya ahli doa, tapi juga ahli data.

Ajang ini menjadi bukti bahwa generasi madrasah mampu berkontribusi dalam membangun bangsa dan menaklukkan tantangan global, dengan ilmu, iman, dan integritas. [a46]


penulis: zainal efendi sumber: -

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.