Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan Satlantas Polres Pematangsiantar sejauh ini berjalan cukup efektif.
“Perlu rambu larangan menuju pusat kota dan penataan yang lebih permanen. Saat pengaspalan ring road, rekayasa lalu lintas harus disiapkan, termasuk kemungkinan penutupan sementara,” kata Budiono.
Ia juga menekankan pentingnya rambu permanen di persimpangan serta penetapan rekayasa lalu lintas secara berkelanjutan untuk mengurai kemacetan, khususnya di Simpang Dua.
Budiono mendorong penerbitan surat resmi Forum Lalu Lintas yang ditandatangani wali kota atau Kapolres, berisi kewajiban bus menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Tanjung Pinggir, serta larangan aktivitas serupa di pool atau loket masing-masing PO.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Johannes Sihombing menyampaikan bahwa pemantauan lalu lintas melalui CCTV dapat diakses 24 jam di 50 titik.
Informasi rekayasa lalu lintas juga akan disosialisasikan secara luas melalui media massa dan media sosial.
Paparan teknis turut disampaikan Kasat Lantas Polres Pematangsiantar Iptu Friska Susanna. Ia mengusulkan pemasangan spanduk imbauan terkait jam pemberlakuan sistem satu arah (one way) saat Operasi Ketupat Toba 2026.
Untuk mendukung optimalisasi terminal, rambu larangan akan diperluas hingga pusat kota, disertai penegakan hukum bagi bus yang melanggar setelah masa sosialisasi.
Friska juga menyoroti kemacetan di depan Toko Roti Ganda, Jalan Sutomo, yang dipicu aktivitas penyeberangan dan parkir liar.
Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk pemasangan pembatas, dan menjelang Lebaran akan ditambah barrier untuk mengendalikan arus.
Dari Dishub Pematangsiantar, Kabid Hubungan Darat Agressa Affandi menyebutkan lampu lalu lintas dan rambu sudah terpasang di sekitar ring road.
Pihaknya juga telah menyurati PO bus agar melengkapi perizinan trayek sebagai bagian dari penertiban.
Dijelaskan, pihak Toko Roti Ganda menyatakan mendukung upaya penataan lalu lintas dengan menambah petugas internal dan tidak keberatan jika dipasang barikade demi mencegah parkir di trotoar.
Dukungan lintas sektor juga datang dari Disdamkarmat Pematangsiantar yang siap melakukan penyiraman debu di ring road hingga empat kali sehari sembari menunggu pengaspalan.
Selain itu, jalur alternatif melalui Jalan Manunggal Karya dan Jalan Bahkora diusulkan untuk mengurangi kepadatan arus.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.