Selain Indonesia, peserta terpilih berasal dari Palestina, Guatemala, Sudan, Bangladesh, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ukraina, Kolombia, Iran, dan Kanada.
Seleksi dilakukan oleh panel independen yang terdiri atas fotografer dan editor internasional, yakni Amaa Mahmoodian, Amr Alfiky, Joshirwandi, Seba Chaudhry, dan Virginia Lozano.
Program Joop Swart Masterclass 2026 akan berlangsung selama satu tahun. Mulai Juni 2026, para peserta akan mengikuti sesi pendampingan daring bersama mentor internasional untuk mengembangkan proyek pribadi masing-masing.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan masterclass tatap muka di Kairo, Mesir, pada November 2026. Kegiatan tersebut mencakup lokakarya, kuliah umum, kunjungan lapangan, hingga presentasi karya.
Program akan ditutup pada November hingga Desember 2026 melalui sesi presentasi pasca-masterclass yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk membagikan hasil karya dan pengalaman mereka kepada komunitas fotografi di negara asal masing-masing.
Keberhasilan Riska Munawarah menembus Joop Swart Masterclass 2026 tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menandai hadirnya fotografer perempuan Indonesia di salah satu program pendidikan fotografi paling prestisius di dunia.
“Saya berharap keikutsertaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berkarier dan berkarya di bidang fotografi dokumenter serta fotojurnalisme,” tutupnya. (SN24)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.