MENU
Rupiah Terancam Terus Melemah, Ekonom INDEF: Level Rp17.000 per Dolar...
WA FB
Berita

Rupiah Terancam Terus Melemah, Ekonom INDEF: Level Rp17.000 per Dolar Jadi Alarm Serius

R Editor : Redaksi Sinata | 09 Mar 2026 | 21:44 WIB
Rupiah Terancam Terus Melemah, Ekonom INDEF: Level Rp17.000 per Dolar Jadi Alarm Serius
Ilustrasi. (Ist)

Dalam situasi seperti ini, mata uang negara berkembang biasanya lebih rentan terhadap arus keluar modal. Ketika investor global menarik dana dari pasar domestik, permintaan terhadap dolar meningkat sehingga nilai tukar rupiah berpotensi tertekan lebih dalam.

Pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga bisa merembet ke sektor riil. Salah satu risiko yang diwaspadai adalah meningkatnya biaya impor, terutama untuk komoditas energi.

Indonesia sendiri masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Jika nilai tukar rupiah terus melemah, biaya impor energi bisa meningkat dan menambah tekanan terhadap neraca perdagangan serta inflasi domestik.

Selain itu, pelemahan kurs juga berpotensi meningkatkan harga barang impor lain, mulai dari bahan baku industri hingga produk konsumsi. Kondisi ini pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga di dalam negeri.

Di tengah tekanan tersebut, peran Bank Indonesia (BI) menjadi sangat krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam gejolak pasar.

Bank sentral biasanya memiliki sejumlah instrumen untuk menahan volatilitas rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing hingga kebijakan suku bunga. Selain itu, komunikasi kebijakan yang jelas kepada pasar juga menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Para ekonom menilai stabilitas rupiah tidak hanya bergantung pada langkah moneter, tetapi juga pada konsistensi kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi global secara keseluruhan. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.