MENU
Rusaknya Jalan Asahan Dimanfaatkan Oknum untuk Kutipan Liar
WA FB
Simalungun

Rusaknya Jalan Asahan Dimanfaatkan Oknum untuk Kutipan Liar

T Editor : Tumpal Pandapotan | 12 Apr 2026 | 22:21 WIB
Rusaknya Jalan Asahan Dimanfaatkan Oknum untuk Kutipan Liar
Ruas jalan yang rusak dimanfaatkan warga untuk kutipan liar. (foto: juindra/sinata)

Simalungun, Sinata.id - Warga keluhkan kondisi ruas Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun yang rusak dan belum juga ada tanda-tanda perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kondisinya, jika dihitung dari tugu Selamat Datang Simalungun di Simpang Sambo, hingga Simpang Perumnas Batu Enam, jalan rusak dan berlubang bertebaran kurang lebih 80 lubang yang bisa mengancam keselamatan pengendara.

Selain itu, karena kondisi jalan rusak, juga turut jadi ajang pungutan liar oleh sejumlah pemuda.

Amatan Sinata.id, kondisi jalan rusak yang paling parah berada KM 5 yang memakan hampir semua badan jalan. Sejumlah pemuda menambalnya dengan tanah dan pecahan batu bata.

A Siburian mengatakan kondisi infrastruktur jalan provinsi ini sudah banyak mengalami kerusakan, tapi yang paling jengkel adalah ada pungli modal sebungkus tanah.

"Minimnya perhatian Pemerintah Provinsi dengan jalan rusak menjadi ajang cari celah, dengan bermodalkan satu kantong plastik tanah, 5 biji batu bata dan sebuah martil di daerah Meranti Land para pemuda bisa meraup uang hingga ratusan ribu hingga jutaan dalam sehari," ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Siburian juga bercerita bahwa berkendara di jalan Asahan saat malam hari bikin jantung berdetak kencang karena kondisi jalan berlubang dan minimnya lampu jalan.

Dia berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama-sama mencari solusi yang terbaik dengan kondisi saat ini.

Sampai berita ini di turunkan UPTD PUPR Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara belum berhasil dikonfirmasi. (SN19)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.