Sumy, Sinata.id — Eskalasi konflik Rusia-Ukraina kembali meningkat setelah Moskow meluncurkan serangan rudal presisi tinggi Iskander-M yang menghantam kamp pelatihan militer Ukraina di wilayah Sumy. Serangan tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa dan memicu evakuasi besar-besaran warga sipil di area perbatasan.
Dikutip Sinata.id pada Sabtu (24/5/2025), Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa rudal Iskander-M telah menghantam fasilitas pelatihan pasukan khusus Ukraina di dekat Shostka, wilayah Sumy, yang berbatasan langsung dengan Kursk, Rusia. Dalam pernyataan resminya, Moskow menyatakan sebanyak 70 personel militer Ukraina tewas dalam serangan tersebut, termasuk 20 instruktur.
Disertai video yang dirilis sebagai bukti visual, pihak Rusia mengklaim keberhasilan operasi ini juga melibatkan penghancuran peluncur HIMARS milik Ukraina, bengkel perbaikan militer, sebuah depot amunisi, dan setidaknya 10 unit peralatan tempur lainnya. Rekaman menunjukkan kepanikan para tentara yang berlarian sebelum ledakan besar terjadi, diikuti kepulan asap tebal di lokasi kejadian.
Sebagai respons, Garda Nasional Ukraina mengonfirmasi bahwa enam tentaranya tewas dan lebih dari 10 lainnya luka-luka akibat serangan rudal tersebut. Dalam pernyataan resminya di Facebook, pihak Ukraina menyebutkan bahwa serangan terjadi saat pasukan tengah menjalani latihan militer, dan bahwa penyelidikan internal atas insiden ini sedang berlangsung.
Serangan ini memperkuat kekhawatiran tentang dominasi teknologi militer Rusia, serta menggarisbawahi pentingnya wilayah Sumy sebagai medan strategis baru dalam perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Menurut laporan BBC, peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi militer Ukraina, terlebih Garda Nasional sebelumnya telah menyusun algoritma pertahanan terhadap ancaman udara untuk pasukan yang berkumpul.
Staf Umum Ukraina menambahkan bahwa mereka telah menggagalkan upaya Rusia membentuk zona penyangga di sepanjang perbatasan Sumy, meskipun Moskow justru mengklaim kemajuan. Pemerintah Rusia menyebut telah merebut Desa Marin, yang hanya berjarak kurang dari 15 km dari perbatasan Rusia. Desa ini disebut sebagai titik terjauh yang pernah dicapai pasukan Rusia di wilayah Sumy hingga saat ini.
Pada akhir April lalu, Rusia juga mengumumkan keberhasilan merebut sejumlah desa di sepanjang perbatasan Kursk-Sumy. Tujuan dari pembentukan zona penyangga ini, menurut Moskow, adalah untuk mencegah serangan ke wilayah Rusia. Namun, Ukraina menyebut langkah tersebut sebagai kegagalan taktis.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.