Oleh: Pastor Dion Panomban
Dalam perjalanan hidup, manusia kerap diperhadapkan dengan berbagai bencana dan penderitaan yang datang tanpa diduga. Melalui peristiwa-peristiwa tersebut, umat Tuhan kembali diingatkan akan beberapa kebenaran penting.
Pertama, bahwa nubuat Alkitab terus digenapi di tengah dunia. Kedua, bencana membuka mata kita akan betapa rapuh dan lemahnya manusia. Ketiga, setiap peristiwa mengingatkan bahwa waktu hidup di dunia ini sangat terbatas. Keempat, manusia menyadari bahwa dirinya fana, sehingga penting untuk memahami dan mempersiapkan diri bagi kekekalan.
Renungan Saat Teduh Abba Home Family pada Jumat, 16 Januari 2026, mengajak setiap orang percaya untuk kembali menaruh fokus hidup pada perkara-perkara yang kekal, bukan yang sementara.
Pembacaan Alkitab
2 Korintus 4:16–18 (TB)
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
Rasul Paulus dengan jujur menggambarkan realita hidup orang percaya. Menurut ayat 16, secara jasmani manusia akan mengalami kemerosotan, namun pada saat yang sama, kehidupan batiniah dapat terus diperbarui oleh Tuhan dari hari ke hari. Inilah keseimbangan iman yang perlu disadari setiap pengikut Kristus.
Pertanyaan penting berikutnya adalah kondisi rohani kita saat ini. Apakah manusia batiniah kita terus diperbarui melalui doa, firman, dan ketaatan, atau justru melemah karena lebih fokus pada hal-hal duniawi?
Dalam ayat 17, Paulus menunjukkan pandangan iman yang luar biasa. Ia memandang penderitaan sebagai sesuatu yang ringan jika dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang Allah sediakan. Bagi Paulus, penderitaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan alat yang Tuhan pakai untuk menghasilkan kemuliaan yang jauh lebih besar.
Kemuliaan Allah terjadi ketika umat-Nya tetap setia, bertahan dalam iman, dan tidak menyerah di tengah tekanan hidup. Kesetiaan dalam penderitaan membuka ruang bagi karya Allah yang kekal dalam hidup seseorang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.