Perang dagang antara AS dan China semakin memanas dengan kebijakan tarif balasan yang diterapkan kedua negara. Langkah ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral kedua negara tetapi juga mengguncang pasar keuangan global dan mengancam stabilitas ekonomi dunia.
China menegaskan bahwa mereka tidak mencari konfrontasi tetapi tidak akan ragu untuk melindungi kepentingannya. Sementara itu, berbagai negara termasuk Uni Eropa, Kanada, dan Australia mulai mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan terhadap dampak kebijakan tarif AS. Kini, dunia menantikan apakah Washington dan Beijing akan kembali ke meja perundingan atau perang dagang ini akan semakin meluas dan memperburuk ketidakpastian ekonomi global. [ze]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.