Medan, Sinata.id – Kawasan Jermal kembali menjadi panggung operasi besar aparat penegak hukum. Untuk kedelapan kalinya, polisi bersama unsur TNI dan BNN menyisir wilayah yang selama ini dikenal sebagai kantong peredaran narkoba di Jalan Keramat Indah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu malam, (14/1/2026).
Hasilnya, puluhan orang diamankan dan barak-barak yang diduga menjadi pusat transaksi narkotika diratakan hingga dibakar.
Operasi bertajuk Gerebek Sarang Narkoba (GSN) ini diawali dengan apel gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Mapolrestabes Medan. Sejumlah satuan elit diterjunkan, mulai dari personel Polrestabes Medan, Brimob, Samapta Polda Sumut, unsur TNI Kodim 0201 Medan, hingga Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.
Dalam pengarahan awal, pimpinan apel menegaskan operasi harus dijalankan secara terukur dan humanis. Personel diminta mengedepankan keselamatan warga dan anggota, serta tidak bertindak di luar prosedur, termasuk dalam penggunaan senjata api.
Usai apel, pasukan gabungan bergerak cepat ke titik sasaran. Salah satu tim yang dipimpin pejabat utama Polrestabes Medan langsung mengepung barak-barak di Jalan Keramat Indah Ujung Gang Perjuangan Blok 1. Sebanyak 13 orang yang berada di sekitar lokasi diamankan tanpa perlawanan.
Penyisiran berlanjut ke titik lain di kawasan Jermal. Aparat menemukan sejumlah bangunan semi permanen yang diduga difungsikan sebagai tempat penyalahgunaan dan transaksi narkotika.
Barak-barak tersebut kemudian dirubuhkan dan dibakar agar tidak kembali digunakan.
Dari seluruh rangkaian operasi, total 41 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan operasi ini bukan sekadar penindakan biasa, melainkan komitmen berkelanjutan negara dalam memutus mata rantai narkoba.
“Kami hadir di sini membawa misi kemanusiaan. Wilayah ini sudah lama dikuasai jaringan narkoba dan perjudian. Karena itu, penindakan tidak boleh berhenti,” ujarnya di lokasi operasi.
Jean Calvijn juga menyoroti fakta bahwa barak-barak narkoba kerap kembali berdiri meski sebelumnya sudah dibongkar.
Menurutnya, fenomena itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya pembiaran dan akan menjadi fokus pendalaman aparat bersama masyarakat setempat.
“Barak-barak ini tidak mungkin muncul tiba-tiba. Ini akan kami dalami lebih lanjut,” katanya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.