MENU
Satu per Satu Sekutu Putin Dipreteli AS, dari Bashar al-Assad hingga N...
WA FB
Berita

Satu per Satu Sekutu Putin Dipreteli AS, dari Bashar al-Assad hingga Nicolas Maduro

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Jan 2026 | 19:02 WIB
Satu per Satu Sekutu Putin Dipreteli AS, dari Bashar al-Assad hingga Nicolas Maduro
Nicolas Maduro, Bashar al-Assad, Vladimir Putin. (Ist)

Penangkapan tersebut mencerminkan eskalasi drastis dalam tindakan AS terhadap figur politik yang memiliki kaitan kuat dengan Moskow.

Maduro dituduh memainkan peran penting dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional selama lebih dari dua dekade, dengan dakwaan yang mencakup konspirasi besar untuk membawa kokain ke Amerika Serikat melalui kerja sama dengan kartel narkoba dan kelompok bersenjata.

Tuduhan ini menjadi landasan hukum yang membuat AS mengambil langkah ekstrim dengan menangkap langsung kepala negara yang masih berkuasa, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam hubungan internasional modern. (Lihat artikel utama)

Strategi Washington Mengikis Pengaruh Kremlin

Keterlibatan AS dalam Suriah dan tindakan langsung terhadap sekutu Putin seperti Maduro bukan sekadar aksi bilateral biasa.

Menurut para analis, ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk mengurangi pengaruh geopolitik Rusia di berbagai belahan dunia.

Amerika Serikat tampak berupaya memanfaatkan tekanan hukum dan militernya guna memecah jaringan yang selama ini memperkuat posisi Moskow di luar perbatasannya.

Langkah Washington melibatkan penegakan hukum internasional, pemberian sanksi ekonomi, hingga pemutusan hubungan diplomatik, dengan tujuan memaksa sekutu-sekutu Rusia menghadapi konsekuensi tindakan mereka, baik di panggung internasional maupun domestik.

Dampak terhadap Hubungan AS-Rusia

Tindakan tegas terhadap Assad dan Maduro memperlihatkan bagaimana persaingan AS-Rusia kini tidak lagi berhenti pada retorika politik atau sanksi ekonomi semata.

Operasi penegakan hukum dan perubahan rezim secara de facto menunjukkan bahwa konflik geopolitik ini telah memasuki fase baru di mana kekuatan hukum, militer, dan diplomatik bercampur menjadi alat utama kebijakan luar negeri masing-masing pihak.

Ekskalasi ini berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas kawasan seperti Timur Tengah dan Amerika Latin, serta membentuk kembali peta aliansi global di era post-pandemi yang penuh ketidakpastian.

Amerika Serikat dan Rusia terus saling beradu pengaruh melalui figur-figur yang selama ini menjadi sekutu terdekat Putin.

Dari Bashar al-Assad hingga penangkapan Nicolas Maduro, Washington tampak berhasil memaksakan dinamika baru yang menantang dominasi Moskow di kancah global, sebuah babak baru dalam persaingan geopolitik abad ke-21. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.