MENU
Sebelum Digempur, Pembeli Sabu Kampung Lalang Rela Antre di Tiga Barak...
WA FB
News

Sebelum Digempur, Pembeli Sabu Kampung Lalang Rela Antre di Tiga Barak Berbeda

R Editor : Redaksi Sinata | 07 Nov 2025 | 19:08 WIB
Sebelum Digempur, Pembeli Sabu Kampung Lalang Rela Antre di Tiga Barak Berbeda
Layaknya membeli kacang, pembeli sabu di Kampung Lalang Medan rela antre di tiga barak berbeda sebelum digempur aparat. 35 kg sabu disita, 59 tersangka ditangkap. (Dok. Polrestabes Medan)

Dari Medan ke Asahan: Jejak 35 Kilogram Sabu

Tak hanya di Kampung Lalang, razia besar ini juga menjangkau kawasan Pasundan, Namogajah, hingga Asahan.

Di perairan Asahan, polisi menggagalkan pengiriman 25 kilogram sabu, sedangkan di jalur darat, dua warga Tanjungbalai, Irwansyah dan Zulkarnaen, ditangkap dengan 10 kilogram sabu di Tol Kisaran.

Irwansyah mengaku hanya buruh bangunan yang nekat menjadi kurir karena dijanjikan Rp5 juta.

“Saya disuruh orang namanya AW. Katanya cuma antar barang, tapi ternyata sabu,” ucapnya lirih.

BNN: Dari Sarang Narkoba Jadi Taman Publik

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga H. Panjaitan mengatakan, kawasan Kampung Lalang sudah lama dikenal sebagai zona merah peredaran narkoba di Medan. Ia berjanji lokasi tersebut akan direvitalisasi.

“Tempat ini harus kita ubah. Jangan lagi ada barak narkoba, tapi taman untuk warga. Medan tidak boleh kalah oleh bandar,” tegasnya.

Ia menambahkan, Sumatera Utara kini menempati peringkat pertama nasional dalam jumlah penyalahgunaan narkoba, dengan lebih dari 1 juta orang terpapar.

“Kita akan terus gelar razia hingga bersih,” katanya.

Pemerintah Kota Siap Revitalisasi Kampung Lalang

Wali Kota Medan Rico Waas turut hadir dalam penggerebekan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan memastikan kawasan itu tidak lagi menjadi ladang bisnis narkoba.

“Bayangkan, orang antre beli sabu seperti beli jajanan. Ini sudah keterlaluan. Kami pastikan tidak ada lagi ruang bagi narkoba di Medan,” ujarnya tegas.

Rico juga memuji kerja sama TNI, Polri, dan BNN dalam operasi lintas lembaga ini.

“Kami akan jadikan Kampung Lalang contoh perubahan. Dari titik gelap menjadi ruang hidup baru bagi warga,” kata Rico mengakhiri. [zainal/dfb]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.