Oleh : Pdt Manser Sagala,M.Th
Kisah Atalya (Athaliah) adalah salah satu lembaran paling kelam sekaligus dramatis dalam sejarah Alkitab. Ia dikenal sebagai "Ratu Berdarah" karena kekejamannya yang luar biasa dalam membantai cucu-cucunya sendiri demi merebut takhta. Ia juga tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang pernah memerintah sebagai penguasa tunggal (ratu) di Kerajaan Yehuda, sekaligus satu-satunya penguasa Yehuda yang bukan dari garis keturunan Daud.
Berikut adalah latar belakang, sejarah, dan kejatuhan Atalya yang dicatat berdasarkan Firman Tuhan di Alkitab (kitab 2 Raja-raja 11 dan 2 Tawarikh 22-23).
1. Latar Belakang dan Silsilah Fasik
Atalya membawa "darah" penyembah berhala yang sangat kuat dari Kerajaan Utara (Israel).
Ia adalah putri dari Raja Ahab dan Ratu Izebel, pasangan raja paling fasik dalam sejarah Israel yang memperkenalkan penyembahan berhala Baal secara masif. Untuk kepentingan politik dan aliansi perdamaian antara Kerajaan Utara (Israel) dan Kerajaan Selatan (Yehuda), Atalya dinikahkan dengan Yoram, putra Raja Yosafat dari Yehuda. Pernikahan politik ini menjadi awal petaka spiritual bagi Yehuda.
"Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN." 2 Tawarikh 21:6
2. Menjadi Pembisik Jahat Bagi Suami dan Anaknya
Setelah suaminya (Yoram) mati karena penyakit usus yang mengerikan sebagai hukuman Tuhan, takhta Yehuda jatuh kepada putra mereka, Ahazia. Sebagai Ibu Ratu (Gebirah), Atalya memiliki pengaruh yang luar biasa besar. Bukannya membimbing anaknya takut akan Tuhan, ia justru menjadi penasihat untuk melakukan kejahatan. "Ia pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya memberi nasihat fasik kepadanya."
2 Tawarikh 22:3 Pemerintahan Ahazia hanya bertahan satu tahun. Saat ia sedang mengunjungi Kerajaan Utara, ia tewas dibunuh oleh Yehu, panglima yang diurapi Tuhan untuk memusnahkan seluruh keluarga Ahab (termasuk membunuh Izebel, ibu Atalya).
3. Pembantaian Massal demi Kekuasaan (Ratu Berdarah)
Ketika berita kematian anaknya sampai ke Yerusalem, bukannya berkabung, Atalya justru melihat ini sebagai peluang emas untuk merebut kekuasaan mutlak. Karena seluruh keluarga besarnya di Kerajaan Utara sudah habis dibantai oleh Yehu, ia memutuskan untuk menghabisi seluruh garis keturunan Daud di Kerajaan Selatan, termasuk anak-anak kandung Ahazia—yang berarti cucu-cucunya sendiri. "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.