Jakarta, Sinata.id - Keseimbangan asupan kalsium tidak hanya ditentukan oleh jumlah yang dikonsumsi, tetapi juga oleh jenis makanan yang menyertainya.
Sejumlah bahan pangan diketahui dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh, yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kesehatan tulang.
Kalsium merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi otot, sistem saraf, dan proses pembekuan darah.
Namun, beberapa senyawa dalam makanan dapat mengikat kalsium di saluran pencernaan atau meningkatkan pengeluarannya melalui urin, sehingga mengurangi jumlah yang dapat dimanfaatkan tubuh.
Salah satu penghambat utama adalah makanan yang mengandung asam oksalat tinggi. Senyawa ini dapat berikatan dengan kalsium di usus dan membentuk senyawa yang sulit diserap.
Bahan pangan seperti bayam, bit, cokelat, teh hitam, serta beberapa jenis kacang, termasuk almond dan mete, termasuk dalam kelompok ini.
Selain itu, makanan yang kaya fitat juga berpotensi mengurangi penyerapan kalsium. Fitat banyak ditemukan dalam biji-bijian utuh, kacang-kacangan, kedelai, dan beras merah.
Senyawa ini bekerja dengan cara mengikat mineral di dalam saluran pencernaan. Meski demikian, kadar fitat dapat ditekan melalui proses pengolahan seperti perendaman, fermentasi, atau pemasakan.
Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda juga perlu diperhatikan. Kandungan kafein dapat meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin.
Konsumsi dalam jumlah berlebihan dikaitkan dengan penurunan cadangan kalsium tubuh, yang dapat berdampak pada kepadatan tulang.
Di sisi lain, minuman bersoda yang mengandung fosfat tinggi turut memengaruhi keseimbangan mineral. Kelebihan fosfat dalam tubuh dapat memicu peningkatan pengeluaran kalsium, sehingga mengurangi ketersediaannya bagi jaringan tulang.
Faktor lain yang turut berperan adalah asupan garam. Konsumsi natrium berlebih, terutama dari makanan olahan seperti camilan kemasan, makanan cepat saji, dan daging olahan, dapat meningkatkan kehilangan kalsium melalui ginjal.
Untuk menjaga penyerapan kalsium tetap optimal, pola makan seimbang menjadi kunci. Asupan sumber kalsium seperti produk susu, ikan, dan pangan lain yang kaya mineral tersebut perlu diimbangi dengan pembatasan konsumsi zat penghambatnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.