MENU
Sekolah Roboh, Semangat Siswa SD 10 Linge Tetap Tegak
WA FB
Regional

Sekolah Roboh, Semangat Siswa SD 10 Linge Tetap Tegak

G Editor : Gunawan Purba | 03 Jun 2026 | 17:10 WIB
Sekolah Roboh, Semangat Siswa SD 10 Linge Tetap Tegak
SD 10 Linge, Aceh

Perjuangan anak-anak SDN 10 Linge tidak berhenti pada hilangnya ruang kelas. Sebagian dari mereka juga harus menempuh perjalanan yang lebih berat untuk mencapai lokasi belajar. Sejumlah akses jalan mengalami kerusakan akibat banjir sehingga perjalanan ke sekolah menjadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, semangat untuk hadir dan belajar tidak pernah surut. Guru, orang tua, dan masyarakat bahu-membahu memberikan dukungan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan memelihara harapan.

Kisah mereka menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata tentang gedung dan fasilitas. Pendidikan hidup melalui ketekunan, kepedulian, serta kerja sama seluruh pihak untuk memastikan generasi muda tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, harapan baru mulai terlihat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan kesiapan memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan sekolah baru bagi SDN 10 Linge.

Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan lokasi pengganti yang aman dari ancaman bencana serta memiliki status hukum tanah yang jelas dan bebas sengketa.

Zamzami dari Seknas SPAB menjelaskan bahwa proposal relokasi sedang dipersiapkan untuk diajukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara itu, Muhammad Kasman dari Direktorat SD menegaskan bahwa dana revitalisasi telah tersedia dan siap disalurkan.

“Dana revitalisasi sudah siap dikucurkan. Syarat mutlaknya adalah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus menyediakan lahan baru yang aman dari potensi bencana dan status hukum tanahnya harus bebas sengketa,” jelasnya.

Bagi anak-anak SDN 10 Linge, harapan itu sesungguhnya sederhana. Mereka hanya ingin kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman, tempat mereka bisa menata mimpi serta merajut cita-cita.

Di akhir wawancaranya, Safran mengaku optimistis harapan tersebut tidak akan lama lagi menjadi kenyataan. (SN24)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.