Ia menyebutkan pendataan lapangan akan berlangsung sekitar dua setengah bulan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas data.
“Berdasarkan perencanaan yang kami susun, pendataan akan berjalan selama kurang lebih 2,5 bulan. Dalam rentang waktu tersebut, petugas harus fokus agar data yang dikumpulkan benar-benar sesuai kondisi lapangan,” jelas Ateng.
Ia menambahkan, BPS akan mengerahkan lebih dari 251 ribu petugas yang akan melakukan pendataan hingga tingkat satuan lingkungan setempat. Seluruh petugas telah melalui simulasi beban kerja untuk memastikan proses pendataan tetap realistis dan terukur.
“Dari hasil simulasi, satu petugas ditargetkan mampu menyelesaikan satu sampai dua satuan lingkungan per minggu. Dengan pengaturan ini, pendataan diyakini dapat selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Ateng menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Untuk itu, ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta masyarakat luas agar pelaksanaan sensus berjalan optimal.
“Jika sensus ekonomi berhasil dan datanya akurat, manfaatnya akan sangat besar bagi perencanaan pembangunan ke depan,” tutup Ateng. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.