Bagi Marolop, ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia ataupun menerima ucapan selamat. Ia ingin menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk berbagi kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang selama ini jarang mendapat perhatian.
“Bagi saya, kebahagiaan terbesar bukanlah ketika dirayakan secara mewah, tetapi ketika kita bisa melihat orang lain tersenyum karena kehadiran kita. Saya percaya kasih Tuhan harus dirasakan semua orang, termasuk saudara-saudara kita yang ada di tempat ini,” ujarnya dengan suara bergetar menahan haru.
Ucapan itu membuat suasana mendadak hening. Beberapa pengurus yayasan tampak menundukkan kepala, sementara sejumlah penghuni memandang Marolop dengan mata berkaca-kaca.
Salah seorang pengurus yayasan mengaku sangat tersentuh atas kedatangan Marolop. Menurutnya, tidak banyak orang yang bersedia datang langsung dan berinteraksi dekat dengan para ODGJ karena masih kuatnya stigma di tengah masyarakat.
“Jarang sekali orang mengunjungi ODGJ karena banyaknya risiko ketika berkunjung di sini. Banyak yang takut dan memilih menjauh. Namun menurut kami, Pak Marolop sungguh berani datang mengunjungi mereka di dalam nama Tuhan Yesus,” ujar salah seorang pengurus yayasan.
Dalam kunjungan tersebut, suasana emosional beberapa kali terlihat. Salah seorang penghuni yayasan tampak menggenggam bantuan yang diterimanya dengan tangan gemetar sambil mengucapkan terima kasih berulang kali dengan suara lirih.
Pemandangan itu membuat Marolop tidak mampu menahan perasaannya. Ia beberapa kali terlihat menyeka air mata saat melihat kondisi para penghuni yayasan yang hidup dalam keterbatasan.
Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap kehadirannya di tempat tersebut dapat membuka hati lebih banyak orang untuk mulai peduli terhadap sesama yang membutuhkan perhatian.
“Saya berharap dengan kehadiran saya di sini, semakin banyak orang yang tergerak untuk datang dan peduli kepada yayasan ini,” ucapnya sambil menahan tangis.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan keberadaan panti sosial dan yayasan kemanusiaan yang selama ini berjuang merawat orang-orang terlantar.
“Kita harus selalu berbagi kepada sesama. Karena kita diberkati untuk memberkati,” ujar Marolop.
Di akhir kunjungan, doa bersama dipanjatkan secara sederhana. Para pengurus dan penghuni yayasan mendoakan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan bagi kehidupan Marolop.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.