MENU
Seorang Pria di Sibolga Tewas Dikeroyok di Dekat Masjid
WA FB
Regional

Seorang Pria di Sibolga Tewas Dikeroyok di Dekat Masjid

M Editor : Messi | 03 Nov 2025 | 10:28 WIB
Seorang Pria di Sibolga Tewas Dikeroyok di Dekat Masjid
Pengeroyokan seorang pemuda hingga tewas yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menjadi viral.

Sibolga, Sinata.id- Seorang pemuda berusia 21 tahun, berinisial AR, warga Kelurahan Kalangan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tewas dikeroyok sejumlah pemuda pada Sabtu (1/11/2025) dini hari di depan Masjid Agung Sibolga.

Ia dinyatakan meninggal setelah sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sibolga, Sabtu (1/11/2025) pukul 06.00 WIB. Informasi yang diperoleh menyebutkan, awalnya pemuda tersebut ditemukan warga tergeletak dengan kondisi luka robek di bagian pelipis wajah di halaman Masjid Agung Sibolga, Kelurahan Pasar Belakang, Kota Sibolga.

Dari video rekaman CCTV yang dibagikan Pimpinan DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori, tampak korban mendapatkan tindakan penganiayaan yang dilakukan sebanyak lima orang pemuda lainnya hingga tidak sadarkan diri.

Ironisnya, usai dikeroyok dengan kondisi tidak berdaya, AR diseret keluar dan diletakkan begitu saja di pinggir jalan. Meski sempat mendapatkan penanganan insentif di RSUD Sibolga, nyawa pemuda itu tak tertolong. Sementara itu, pihak keluarga, Rida Chaniago memohon kepada Polres Sibolga dan Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori untuk membantu mengusut kasus ini sampai tuntas.

"Perihal anak kemanakan kami yang telah dikeroyok. Mohon bantuannya, mereka telah mengambil nyawa anak kami di tangan mereka yang tidak punya prikemanusiaan," ujarnya.

Keluarga korban juga meminta Polres Sibolga untuk segera ditindak. "Kami menuntut keadilan untuk almarhum anak kami. Semoga dengan kejadian ini ada pelajaran berharga kepada para penganiaya yang tidak punya prikemanusiaan itu," ucap Rida.

Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori menilai kasus pengeroyokan tersebut merupakan kejadian yang menyayat hati yang dilakukan sekelompok generasi muda di Kota Sibolga. "Ironisnya mereka melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada orang yang singgah di rumah Allah. Apalagi korban diseret hingga keluar halaman masjid," ujarnya. Ketua Golkar Sibolga itu menekankan, Pemerintah Kota dan DPRD Sibolga serta semua pihak harus punya tekad untuk bisa mengamankan kota Sibolga dari tindakan kriminal.

Ia juga menyarankan kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum Polisi melakukan tindakan terukur.

"Polisi agar melakukan tindakan penangkapan kepada para tersangka. Apapun alasannya, tindakan kriminal, tidak boleh di kota Sibolga. Apapun alasannya, rumah Allah adalah tempat ternyaman bagi umat manusia di atas bumi," katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.