MENU
Serangan Israel ke Iran Picu Perang Proksi, Hezbollah dan Hamas Siaga
WA FB
Berita

Serangan Israel ke Iran Picu Perang Proksi, Hezbollah dan Hamas Siaga

R Editor : Redaksi Sinata | 28 Feb 2026 | 16:15 WIB
Serangan Israel ke Iran Picu Perang Proksi, Hezbollah dan Hamas Siaga
Eskalasi militer Israel terhadap Iran membuka babak baru perang proksi di Timur Tengah. Hezbollah dan Hamas disebut berpotensi terlibat dalam konflik yang kian meluas. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Serangan militer besar-besaran yang diluncurkan oleh Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) telah memperluas konflik yang semula difokuskan pada sengketa nuklir dan balistik ke dimensi perang proksi di Timur Tengah, melibatkan kelompok militan yang didukung oleh Iran seperti Hezbollah dan Hamas, serta aktor regional yang semakin terpolarisasi oleh eskalasi ini.

Dilabeli oleh pemerintah Israel sebagai serangan preemptif terhadap ancaman Iran, operasi ini menunjukkan perubahan taktik besar dalam hubungan kedua negara yang selama puluhan tahun dikenal dengan konflik “bayangan” rumpun proksi dan serangan terselubung. Namun dampaknya kini lebih luas, menarik kelompok militan ke dalam potensi konfrontasi langsung atau tidak langsung.

Salah satu kekhawatiran utama analis geopolitik adalah posisi Hezbollah. Meski secara tradisional menjadi perpanjangan tangan Iran melawan Israel di perbatasan Lebanon, laporan terbaru menunjukkan kelompok tersebut mencoba mempertahankan sikap relatif netral pada tahap awal konflik ini, setidaknya hingga saat ini, kecuali jika secara langsung diserang oleh Israel.

Kepemimpinan Hezbollah menegaskan bahwa mereka hanya akan terlibat langsung jika diserang dari pihak Israel, menggambarkan perubahan strategi dari respon otomatis menjadi tindakan defensif yang lebih berhati-hati demi menghindari eskalasi yang tidak terkendali.

Sementara itu, kelompok seperti Hamas berada di barisan oposisi terhadap serangan Israel, mengutuk keras aksi militer yang dilihatnya sebagai “agresi brutal” dan menggambarkan kondisi ini sebagai eskalasi yang mengancam stabilitas kawasan. Hamas menegaskan dukungan terhadap Iran dan menyerukan solidaritas lintas militan regional.

Keterlibatan kelompok militan lain yang selama ini mendapat dukungan logistik atau finansial dari Iran seperti Houthi di Yaman juga turut mengecam serangan Israel, menambah kompleksitas lanskap konflik yang kini berpotensi berubah menjadi perang proksi lebih luas.

Konflik baru ini telah memicu reaksi keras dari beberapa negara Arab dan regional. Pemerintah di Yordania, Kuwait, Lebanon, dan Uni Emirat Arab secara terbuka mengecam serangan Israel sebagai pelanggaran kedaulatan, serta memperingatkan bahwa ketegangan bisa menyeret lebih banyak negara ke dalam lingkaran konflik.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.