Lebih jauh lagi, para analis mencatat bahwa proksi militan Iran yang sebelumnya aktif dalam perang di Gaza, Suriah, dan Irak, termasuk jaringan “Axis of Resistance”, bisa melihat konflik ini sebagai momentum untuk memperluas operasi mereka melawan Israel, meningkatkan risiko konfrontasi multi-front.
Selama bertahun-tahun, Israel dan Iran berperang melalui serangan rahasia, operasi intelijen, dan dukungan terhadap kelompok militan yang saling bentrok di berbagai medan, sebuah “perang bayangan” tanpa konfrontasi formal langsung. Namun serangan preemptif terbaru ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai titik balik konflik ke ranah perang yang lebih terbuka dan melibatkan aktor regional secara langsung maupun tidak langsung.
Ancaman lebih lanjut termasuk kemungkinan retaliasi Iran melalui proxy di Suriah, Irak, dan Yaman serta reaksi kelompok militan di Lebanon dan Gaza yang bisa memperluas front konflik, menjadi faktor risiko besar bagi kestabilan kawasan yang sudah rapuh. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.