MENU
Sherly Annavita Dibungkam Teror dan Telur Busuk
WA FB
News

Sherly Annavita Dibungkam Teror dan Telur Busuk

R Editor : Redaksi Sinata | 30 Dec 2025 | 18:20 WIB
Sherly Annavita Dibungkam Teror dan Telur Busuk
Kritik bencana dibalas teror. Telur busuk, vandalisme, dan ancaman menyasar influencer Sherly Annavita Rahmi. (IG)

Sinata.id - Gelombang teror menyasar Sherly Annavita Rahmi, seorang konten kreator asal Aceh yang dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana di Sumatera. Aksi intimidasi yang dialaminya kini tak lagi tersembunyi, melainkan menjelma menjadi ancaman nyata yang menyentuh ruang paling personal: tempat tinggal dan keselamatan keluarganya.

Dalam pengakuan terbuka yang disampaikan melalui media sosial, Sherly mengungkapkan bahwa tekanan yang ia terima meningkat drastis setelah dirinya aktif menyampaikan pandangan kritis di ruang publik, termasuk dalam sejumlah program televisi nasional.

Teror itu tidak berhenti pada pesan bernada kebencian, tetapi berkembang menjadi vandalisme dan ancaman fisik.

“Malam itu teror terasa semakin jelas,” demikian tutur Sherly, dikutip dari laman Instagram pribadinya pada Selasa (30/12/2025).

Ia mendapati kendaraan pribadinya dicoret cat merah, sementara halaman rumahnya dilempari sekantung telur busuk.

Tak hanya itu, secarik kertas berisi ancaman ditemukan di sekitar pagar, menandai eskalasi intimidasi yang mengkhawatirkan.

Ancaman Menyasar Keluarga

Yang membuat situasi kian mencekam, pelaku teror diduga memiliki informasi pribadi keluarga Sherly.

Dalam salah satu surat ancaman, tertera salinan identitas adiknya yang tinggal bersamanya.

Fakta ini membuat Sherly memilih mendokumentasikan temuan tersebut bersama dua sahabatnya, sebagai bukti bahwa ancaman tersebut nyata dan terstruktur.

“Saya sengaja merekamnya agar tidak dianggap rekayasa, dan agar saya tidak merasa menghadapi ini sendirian,” tulisnya.

Ia mengaku berusaha menahan emosi di hadapan kamera, meski tekanan psikologis jelas terasa.

Menurut Sherly Annavita Rahmi, pola teror ini muncul setelah dirinya menyoroti kondisi warga terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

Ia menilai sulit untuk menyebut rangkaian intimidasi tersebut sebagai kejadian kebetulan.

Bukan Kritik Berbasis Kebencian

Sherly menegaskan bahwa sikap kritis yang ia sampaikan bukanlah bentuk permusuhan terhadap negara atau pemerintah.

Ia menekankan bahwa suaranya lahir dari kepedulian kemanusiaan dan dorongan untuk melihat keadilan sosial ditegakkan, khususnya bagi korban bencana ekologis yang belum sepenuhnya tertangani.

“Teror terhadap warga tidak boleh dinormalisasi, apa pun alasannya,” tulis Sherly.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.