MENU
Skema Perjalanan Politik Joko Widodo dan Jusuf Kalla
WA FB
Nasional

Skema Perjalanan Politik Joko Widodo dan Jusuf Kalla

T Editor : Tigor Munthe | 20 Apr 2026 | 17:48 WIB
Skema Perjalanan Politik Joko Widodo dan Jusuf Kalla
Jokowi-JK. (Foto: Kolase)

│        → Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama

├─ 2014 : Maju Pilpres

│        → Berpasangan dengan Jusuf Kalla

│        → Menang atas Prabowo-Hatta

│        → Presiden RI ke-7

├─ 2019 : Maju Pilpres kedua

│        → Berpasangan dengan Ma’ruf Amin

│        → Menang atas Prabowo-Sandi

├─ 2024 : Purnatugas sebagai Presiden

│        → Tetap berpengaruh dalam politik nasional

└─ Pascapresiden :

         Isu king maker / pengaruh pada koalisi dan Pilkada

JUSUF KALLA (JK)

├─ Era 1980-2000 :

│        Pengusaha nasional (Kalla Group)

│        Aktif di organisasi dan ekonomi

├─ 2001 : Menteri Perindustrian & Perdagangan

│        era Presiden Abdurrahman Wahid

├─ 2004 : Maju Pilpres

│        → Jadi cawapres Susilo Bambang Yudhoyono

│        → Menang

│        → Wakil Presiden RI (2004-2009)

├─ 2009 : Maju Pilpres sebagai Capres

│        → Berpasangan dengan Wiranto

│        → Kalah

├─ 2014 : Kembali jadi cawapres

│        → Berpasangan dengan Jokowi

│        → Menang

│        → Wakil Presiden RI (2014-2019)

├─ 2019 : Tidak maju (batas masa jabatan)

└─ Pascajabatan :

         Tokoh senior nasional,

         mediator konflik,

         aktif di PMI & isu kebangsaan. Titik Temu Jokowi dan JK 2014

Jokowi (figur populer daerah) + JK (tokoh senior nasional)

→ kombinasi elektoral kuat

→ menang Pilpres 2014 Perbedaan Gaya Politik Joko Widodo lebih pada gaya kerakyatan, kepala daerah, popularitas, sederhana, teknokratis.

Jusuf Kalla sosok elite nasional, bisnis, jaringan organisasi cepat, negosiator, strategis. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.