PONTIANAK, Sinata.id – Nama SMAN 1 Pontianak mendadak viral di media sosial termasuk platform X.
Hal itu setelah muncul polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Cuplikan video perlombaan yang beredar luas memperlihatkan momen saat tim SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai minus 5 dari dewan juri karena dianggap memberikan jawaban yang salah.
Namun tak lama kemudian, jawaban serupa dari peserta sekolah lain justru dinyatakan benar dan mendapat nilai 10.
Kontroversi bermula dari pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Siswi SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan DPD dan diresmikan presiden. Namun jawaban tersebut dinilai salah oleh juri.
Tak lama kemudian, peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai warganet memiliki substansi sama, tetapi justru mendapat poin penuh dari juri.
Situasi itu memicu protes langsung dari peserta SMAN 1 Pontianak di arena lomba.
Respons dewan juri dan MC dalam tayangan tersebut kemudian menjadi sorotan publik.
Banyak pengguna media sosial menilai penilaian dilakukan tidak konsisten dan kurang objektif.
Akun media sosial resmi MPR RI bahkan dibanjiri komentar dari warganet yang meminta klarifikasi.
Pihak SMAN 1 Pontianak akhirnya menyampaikan permintaan klarifikasi secara terbuka kepada penyelenggara LCC 4 Pilar MPR RI melalui media sosial sekolah.
Mereka meminta penjelasan transparan terkait dasar penilaian juri serta evaluasi terhadap proses lomba demi menjaga integritas kompetisi.
Sorotan juga datang dari Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson.
Ia menilai jawaban peserta SMAN 1 Pontianak secara substansi benar dan meminta adanya rasa keadilan bagi siswa yang merasa dirugikan dalam perlombaan tersebut.
“Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka,” ujar Harisson dilansir Selasa (12/5/2026).
Di media sosial X, topik ini ramai diperbincangkan karena dinilai bukan sekadar soal lomba cerdas cermat.
Tetapi juga menyangkut objektivitas penilaian dan sikap terhadap keberanian siswa dalam menyampaikan protes secara santun.
Sejumlah warganet bahkan memuji keberanian siswi SMAN 1 Pontianak yang tetap tenang dan tegas mempertanyakan keputusan juri di hadapan publik. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.