MENU
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Setelah 27 Tahun Lengser
WA FB
Nasional

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Setelah 27 Tahun Lengser

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Nov 2025 | 00:14 WIB
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Setelah 27 Tahun Lengser
Presiden ke-2 RI, Soeharto. (Ist)

“Prestasi-prestasi ini menjadi dasar bagi kami mendorong gelar tersebut,” ujarnya.

Istana Buka Alasan di Balik Keputusan Prabowo

Menanggapi polemik, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo memberi gelar kepada Soeharto merupakan bagian dari penghormatan terhadap para pendahulu bangsa.

“Itu bentuk penghormatan bagi para pemimpin kita. Apa pun perdebatan yang ada, jasa mereka terhadap bangsa dan negara tidak bisa dihapus,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan ini telah melalui proses panjang, termasuk kajian akademik dan rekomendasi Dewan GTK, serta masukan dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon hingga pimpinan DPR dan MPR.

“Presiden Prabowo selalu meminta pandangan lintas pihak agar keputusan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga berakar pada penghargaan sejarah,” ujar Pras.

24 Nama Jadi Prioritas

Fadli Zon, selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, sebelumnya menjelaskan bahwa dari total 49 usulan, 24 nama masuk dalam daftar prioritas penerima gelar tahun ini.

“Semua sudah melalui seleksi ketat berdasarkan rekam jejak perjuangan, kontribusi, dan dedikasi terhadap bangsa,” ujar Fadli di Istana Kepresidenan, Rabu lalu (5/11/2025).

Namun, ia enggan menyebut nama-nama yang terpilih sebelum pengumuman resmi dari Presiden.

“Kami ingin menjaga marwah penghargaan ini hingga Presiden sendiri yang menyampaikan,” tegasnya.

Danty Soeharto: “Manusia Tak Luput dari Kesalahan”

Di sisi keluarga, kabar tersebut disambut penuh harap oleh Danty I Purnamasari, cucu Soeharto sekaligus putri Tutut Soeharto.

“Namanya manusia, pasti tak luput dari kesalahan. Tapi kakek saya juga punya banyak jasa untuk bangsa ini,” ucapnya, Minggu (9/11/2025).

Ia menyinggung program swasembada pangan dan pembentukan Kelompok Catur Pilar Penyuluhan (Capir) yang membantu petani memahami teknologi pertanian modern.

“Banyak hal baik yang sudah dilakukan beliau. Jadi kalau ada pro dan kontra, itu wajar. Tapi jangan lupakan kontribusinya,” ujarnya.

Danty juga menyebut, keluarga besar Cendana telah mendengar kabar rencana pemberian gelar tersebut, meski enggan memastikan apakah mereka sudah menerima undangan resmi dari Istana.

“Mohon doa dari semuanya, semoga Pak Harto benar-benar mendapatkan gelar pahlawan,” katanya tersenyum.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.