“Kami menyadari adanya keterbatasan personel. Saat ini, saya bertugas mengawasi 27 SPPG yang tersebar di wilayah Tapanuli. Meski demikian, kami telah menyampaikan kepada pimpinan di tingkat pusat agar dilakukan penambahan personel pengawasan,” jelasnya.
Lubis menyebutkan, saat ini di Kabupaten Taput telah beroperasi 27 SPPG dari total target 37 unit. Program tersebut melayani sekitar 120 ribu siswa sebagai penerima manfaat. Adapun harga per paket MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 untuk jenjang PAUD hingga SD kelas IV, serta Rp10.000 untuk SD kelas V hingga tingkat SLTA.
Ia menambahkan, komposisi gizi dan protein dalam paket MBG telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan BGN. Untuk menjamin kebersihan dan kualitas makanan, BGN juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam melakukan pengawasan di setiap SPPG.
Terkait tidak adanya menu daging sapi dalam paket MBG di Taput, Lubis menjelaskan hal tersebut disebabkan belum tersedianya rumah potong hewan yang bersertifikat di wilayah tersebut. Sebagai alternatif, pemenuhan protein diganti dengan daging ayam dan menu lain yang setara nilai gizinya.
“Penggantian menu dilakukan tanpa mengurangi standar gizi dan protein yang telah ditetapkan,” tuturnya. (ramses)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.