Pertamina juga menegaskan bahwa sebagian besar kontrak impor minyak mentah sudah diamankan jauh sebelum ketegangan geopolitik terbaru terjadi.
Menurut Mars Ega, sekitar 90–95 persen kontrak impor minyak mentah Pertamina merupakan kontrak jangka panjang, sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak pasar spot.
Dengan kontrak yang sudah terkunci tersebut, perusahaan kini hanya memantau jadwal pengiriman minyak dari para pemasok global. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.