Kritik publik kali ini bukan sekadar komplain biasa, tapi juga seruan agar ruang publik, terutama jalan raya, menjadi lebih tertib dan manusiawi.
Gerakan sosial media “Stop Tot Tot Wuk Wuk” memperlihatkan bahwa kekuatan suara warga, ketika bersatu, dapat memaksa perubahan kebijakan. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.