Mereka merekomendasikan agar pengguna tetap membuka peluang bertemu pasangan secara langsung melalui komunitas, kegiatan sosial, atau bantuan teman.
Sharabi juga menyarankan pengguna membatasi waktu penggunaan aplikasi, mencari dukungan dari teman dekat, serta berani beristirahat dari aplikasi ketika mulai merasa frustrasi atau kehilangan optimisme.
Di tengah meningkatnya keluhan pengguna, industri aplikasi kencan juga mulai melakukan perubahan.
Beberapa platform kini mengembangkan sistem pencocokan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan memperbanyak kegiatan tatap muka guna mengurangi kelelahan akibat budaya swiping.
Meski demikian, para ahli menilai tantangan terbesar tetap berada pada pengguna sendiri, yakni menjaga kesehatan mental dan tidak menjadikan aplikasi sebagai satu-satunya cara untuk mencari pasangan. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.