Sembari menunggu pembangunan sekolah permanen, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) akan membangun Ruang Kelas Darurat (RKD). Pembangunan dijadwalkan dimulai pada Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak tiga ruang kelas darurat akan dibangun untuk SDN 10 Linge dan dua ruang kelas untuk SMPN 26 Takengon. Fasilitas tersebut akan ditempatkan di dekat kawasan hunian sementara warga agar mudah diakses oleh siswa.
Selain pembangunan sarana belajar sementara, pemerintah juga menyalurkan bantuan operasional untuk mendukung kegiatan pendidikan selama masa transisi. SDN 10 Linge dan SMPN 26 Takengon masing-masing menerima Bantuan Operasional Pembelajaran Darurat sebesar Rp25 juta.
Khusus SDN 10 Linge, Direktorat Sekolah Dasar juga menyalurkan bantuan tambahan senilai Rp30 juta melalui program Bantuan Operasional Bencana. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembersihan lingkungan sekolah terdampak, penataan ruang belajar sementara, serta pengadaan kebutuhan pembelajaran.
Tim gabungan berharap proses relokasi sekolah tidak hanya menjadi upaya pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi bagian dari penataan layanan pendidikan yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kawasan permukiman baru masyarakat di Aceh Tengah. (SN24)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.