MENU
Tangis Bocah 5 Tahun di Simalungun Melawan Leukemia, Butuh Uluran Tang...
WA FB
Simalungun

Tangis Bocah 5 Tahun di Simalungun Melawan Leukemia, Butuh Uluran Tangan

J Editor : Jansen Siahaan | 04 Apr 2026 | 18:44 WIB
Tangis Bocah 5 Tahun di Simalungun Melawan Leukemia, Butuh Uluran Tangan
Bocah 5 tahun menderita leukemia. (istimewa)

Simalungun, Sinata.id — Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, inisial Ns justru harus berjuang melawan penyakit serius. Bocah perempuan berusia 5 tahun itu kini terbaring lemah akibat kanker darah (leukemia) yang menggerogoti tubuhnya.

Ns merupakan anak dari pasangan Faridah Fauziah dan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Mereka tinggal di Pekan Kerasaan I, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam dua bulan terakhir, kondisi Ns semakin memprihatinkan. Tubuhnya kian lemah, sementara benjolan di perutnya terus membesar hingga menyebabkan sesak napas. Bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak itu kini hanya bisa terbaring di rumah dan tidak lagi mampu bermain seperti anak seusianya.

Faridah mengungkapkan, awalnya mereka membawa Ns ke puskesmas karena sering sakit. Namun, setelah dirujuk ke rumah sakit, dokter menyatakan anaknya menderita leukemia dan membutuhkan penanganan intensif.

“Awalnya kami bawa ke puskesmas karena sering sakit. Dari sana disarankan ke rumah sakit, dan dokter mengatakan Ns terkena kanker darah dan harus dirawat serius,” ujar Faridah, Sabtu (4/4/2026), dengan mata berkaca-kaca.

Ns sempat menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah hingga dirujuk ke RS Adam Malik Medan. Namun, hingga kini kondisinya belum menunjukkan perkembangan signifikan. Selain pengobatan medis, keluarga juga mencoba pengobatan alternatif dengan harapan ada keajaiban bagi kesembuhan putri mereka.

Di tengah keterbatasan, harapan keluarga hanya satu, yakni melihat Ns kembali sehat dan bisa menjalani kehidupan normal seperti anak-anak lainnya.

“Dia selalu bilang ingin cepat sembuh dan sekolah lagi. Kami hanya ingin dia bisa bermain seperti dulu,” kata Faridah.

Kisah Ns turut menyentuh hati teman-temannya. Setiap hari, beberapa anak datang ke rumah untuk menemaninya. Kehadiran mereka menjadi penghibur bagi Ns di tengah perjuangannya melawan penyakit.

“Sedih lihat Ns. Kami datang supaya dia terhibur dan cepat sembuh,” ujar salah seorang temannya.

Teman lainnya juga berharap Ns bisa segera pulih dan kembali belajar bersama mereka di sekolah.

“Kami ingin dia sembuh dan bisa belajar lagi,” ucapnya polos.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.