Pematangsiantar, Sinata.id – Dahlia Siallagan, ibu kandung almarhum Jaka Jannes Malau, meminta perhatian Komisi III DPR RI untuk mengawal proses pengungkapan kasus kematian putranya yang menjadi korban pengeroyokan di Kota Pematangsiantar.
Menurut Dahlia, hingga dua pekan setelah peristiwa tersebut terjadi, keluarga masih menantikan perkembangan penanganan kasus dan berharap seluruh fakta dapat diungkap secara transparan.
"Kami merasa berjuang sendiri menghadapi persoalan ini. Sudah dua minggu sejak anak saya meninggal dunia, tetapi kami belum mendapatkan informasi yang kami harapkan. Pesan yang saya kirim belum dibalas dan telepon juga belum diangkat," ujar Dahlia saat ditemui di Kota Pematangsiantar, Minggu (14/6/2026).
Dahlia juga membantah pernyataan yang menyebut putranya berprofesi sebagai pembuat tato. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diketahui keluarga.
"Saya memastikan anak saya bukan pembuat tato. Saya sangat mengenal anak saya," tegasnya.
Pernyataan itu turut dibenarkan oleh kakak dan abang kandung korban, Tina Malau dan Rizki Malau.
Keluarga berharap Komisi III DPR yang membidangi hukum dapat memberikan perhatian terhadap kasus tersebut guna memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan berkeadilan.
"Saya memohon kepada Komisi III DPR agar membantu mengawal kasus kematian anak saya. Kami hanya ingin keadilan dan seluruh fakta terungkap dengan jelas," kata Dahlia sambil menahan tangis.
Sementara itu, Tina mengaku masih memiliki sejumlah pertanyaan terkait perkembangan penyidikan. Salah satunya mengenai identitas beberapa terduga pelaku yang menurutnya belum diketahui keluarga.
"Kami ingin mengetahui perkembangan kasus ini secara jelas. Hingga saat ini kami juga belum menerima SP2HP dan kesulitan mendapatkan informasi terbaru mengenai penanganan perkara," ujarnya.
Tina menegaskan keluarga tidak pernah mengabaikan korban semasa hidupnya. Ia mengaku komunikasi dengan sang adik tetap terjalin dengan baik hingga sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi.
Di lokasi yang sama, sejumlah perwakilan Punguan Silau Raja, Ambarita Raja, dan Sagala Raja turut mendampingi keluarga korban. Mereka menyampaikan informasi yang diperoleh dari sejumlah warga yang mengenal Jaka Malau.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.